PERAN IMAM DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERKAWINAN LARI DI MAKASSAR

ABDUL GAFUR, NIM. 05231311 (2010) PERAN IMAM DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERKAWINAN LARI DI MAKASSAR. Masters thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (PERAN IMAM DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERKAWINAN LARI DI MAKASSAR)
BAB I, VI, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (PERAN IMAM DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERKAWINAN LARI DI MAKASSAR)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (536kB)

Abstract

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk terdiri dari banyak suku bangsa serta budaya yang beraneka ragam. Dalam kehidupan bermasyarakat individu yang merupakan bagian dari masyarakat dalam berinteraksi membawa kebudayaan masing-masing yang dibawa dari proses sosialisasi dengan lingkungannya. Proses itu dimulai sejak lahir sampai dewasa. Dalam berinteraksi tersebut tidak terjadi perbedaan-perbedaan yang bisa mengganggu stabilitas bermasyarakat. Salah satu contoh interaksi dalam masyarakat yang bisa mengganggu stablitas sosial masyarakat adalah kawin lari di Makassar. Karena hal itu menyebabkan terjadinya perlawanan dari orang tua dan kerabat perempuan. Perkawinan lari merupakan peristiwa siri’ yang mengabatkan terjadinya tindakan kriminal. Peristiwa penegakan siri’ yang merupakan bagian dari martabat dan nilai masyarakat Makassar tidak selamanya dilakukan dengan jalan dan cara-cara anarkis. Salah satu contonya adalah proses mabbaji. Proses mabbaji ini, merupakan tindakan perdamaian antara orang yang kawin lari (to manyyala) dengan to masiri (orang tua perempuan). Proses kawin lari sampai pada mabbaji ini menempuh proses yang panjang serta melibatkan pihak yang berweweang. Dari Instansi KUA sebagai badan administrasi pemerintah karena hal itu menyangkut kewenangan badan pemerintah untuk mencatat pernikahan yang terjadi di Indonesia. Selanjutnya ada Imam yang merupakan parewa ada’ sekaligus parewa sara’ yang mempunyai peranan penting dalam penyelsaian sengketa perkawinan lari. Berbagai pertanyaan kemudian muncul kenapa harus imam yang mengambil peran institusi pemerintah dalam melakukan kontrol sosial terhadap masyarakat. Hal itulah yang menjadi alasan kemudian dalam tesis ini diangkat peran imam dalam menyelesaikan sengekta perkawinan lari dalam masyarakat Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi dengan melihat lebih jauh struktur masyarakat Makassar serta fungsi imam dalam hal ini parewa sara’ . Dalam melihat fakta sosial yang terjadi di Makassar khususnya kawin lari, penyusun menggunakan teori cybernetic order dari Talcot Parson. Asumsi dasar dari teori ini adalah bahwa masyarakat sebagai suatu sistem terintergarsi ke dalam bentuk equilibrium. Artinya kehidupan masyarakat harus dilihat dari seluruh bagian-bagian yang saling berhubungan dalam hal ini ada empat; sistem sosial, sistem kultural, sistem keperibadian dan sistem organisme. Keempat sistem ini menyatu dalam kehidupan bermasyarakat, berpengaruh serta menentukan tindakan individu dalam masyarakat. Jika dikaitkan dalam kehidupan masyarakat Makassar maka sistem kultural yang terdiri dari norma dan nilai masyarakat Makassar pangadakkang dan nilai siri na pacce ini membentuk keperibadian masyarakat Makassar. Selanjutnya sistem sosial yang dalam penelitian ini adalah interaksi antara imam, to manyyala dan to masiri yang terikat oleh norma dan nilai. Dari penelitian didapatkan bahwa dalam perkawinan lari di Makassar, norma hukum, adat dan sara’ (Islam) menyatu dalam satu jalur koordinasi dalam menciptakan stabilitas dalam kehidupan bermasyarakat di Makassar.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Pembimbing : Prof. Dr. H. Iskandar Zulkarnain
Uncontrolled Keywords: peran, imam, sengketa, perkawinan lari
Subjects: Hukum Islam
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Hukum Islam
Depositing User: Users 5 not found.
Date Deposited: 14 Feb 2013 19:44
Last Modified: 16 Apr 2015 10:19
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/7004

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum