Siti Luthfiah, NIM.: 23200012046 (2025) RELASI ROMANTIS PADA LANSIA: STUDI KASUS DI KECAMATAN BIRINGKANAYA KOTA MAKASSAR. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (RELASI ROMANTIS PADA LANSIA: STUDI KASUS DI KECAMATAN BIRINGKANAYA KOTA MAKASSAR)
23200012046_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version Download (13MB) | Preview |
|
|
Text (RELASI ROMANTIS PADA LANSIA: STUDI KASUS DI KECAMATAN BIRINGKANAYA KOTA MAKASSAR)
23200012046_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (17MB) | Request a copy |
Abstract
Empat stigma kerap melekat pada lansia. Mereka selalu dianggap sebagai individu yang kurang menyenangkan, tempramen dan sensitif, penyakitan, serta tidak kompetibel untuk melaksanakan peran sosial. Empat stigma yang ada memberikan batasan pada ruang lingkup lansia, termasuk dalam otonomi mereka untuk menilai kebutuhannya secara mandiri termasuk dalam kebutuhan menajalin relasi romantis kembali. Pada faktanya, umur yang menua dan kondisi fisik yang menurun tidak serta merta menghilangkan hasrat pada lansia untuk menjalin relasi romantis kembali di usia senjanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna cinta dan relasi romantis, serta menggali dan menjelaskan peranan relasi romantis terhadap kualitas hidup lansia. penelitian ini menggunakan teori The Art of Loving dari Erich Fromm dan teori Psychological Well-Being dari Carol Ryff. Metode penelitian ini adalah fenomenalogi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penentuan subjek menggunakan teknik purposive sampling yang berjumlah empat lansia dan pasangannya, terdiri dari lansia laki-laki pada usia; 67 tahun, 70 tahun, 82 tahun, dan 83 tahun, dan istri dari lansia yang berusia mulai dari: 25 tahun, 53 tahun, 56 tahun, dan 62 tahun. Kriteria bagi informan lansia adalah mereka yang berusia 60 tahun ke atas dan menjalin relasi romantis kembali di usia senja. Analisis data menggunakan metode pengumpulan data reduksi data penyajian data, dan kesimpulan data. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran makna cinta pada lansia, yang lebih menekankan pada cinta yang sejati, cinta pada lansia tidak lagi digambarkan sebagai perasaan impulsif, melainkan berbentuk pemahaman, penerimaan, kebersamaan, keintiman yang dewasa, dan komunikasi yang matang. Relasi romantis pada lansia merupakan hubungan simbiosis mutualisme yang menegaskan pada pemenuhan kebutuhan pasangan baik secara dukungan emosional, maupun dukungan perawatan. Setelah menjalin relasi romantis kembali, kualitas hidup lansia tercermin dari penerimaan lansia terhadap dirinya setelah mengalami kehilangan dan kekosongan peran, kembalinya tujuan hidup, keteraturan hidup, keputusan mandiri lansia saat memutuskan untuk kembali menjalin relasi romantis, dan meluasnya hubungan sosial yang dimiliki lansia. Dalam konteks Indonesia, kualitas hidup lansia banyak tercermin dalam aspek perjalanan spiritual, hal ini dibentuk oleh agama, budaya, nilai, dan produk sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalinan relasi romantis dan pemaknaan cinta pada usia lanjut berpengaruh pada kualitas hidup lansia secara signifikan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Dr. Asep Jahidin, S.Ag., M.Si. |
| Uncontrolled Keywords: | Relasi Romantis, Cinta, Kualitas Hidup, Lansia |
| Subjects: | 300 Ilmu Sosial > 360 Permasalahan dan Kesejahteraan Sosial > 362.6 Permasalahan dan Layanan kepada Orang Lanjut Usia (Lansia) |
| Divisions: | Pascasarjana > Thesis > Interdisciplinary Islamic Studies > Pekerjaan Sosial |
| Depositing User: | Muh Khabib, SIP. |
| Date Deposited: | 05 Jan 2026 11:28 |
| Last Modified: | 05 Jan 2026 11:28 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/74855 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
