TRADISI KHATAMAN AL-QUR’AN JUMAT LEGI SEBAGAI PRAKTIK SOLIDARITAS SOSIAL KELUARGA BANI RATNAI DI DESA SELOK ANYAR KECAMATAN PASIRIAN KABUPATEN LUMAJANG

Mohammad Azaim Khotamy, NIM.: 21105020014 (2025) TRADISI KHATAMAN AL-QUR’AN JUMAT LEGI SEBAGAI PRAKTIK SOLIDARITAS SOSIAL KELUARGA BANI RATNAI DI DESA SELOK ANYAR KECAMATAN PASIRIAN KABUPATEN LUMAJANG. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (TRADISI KHATAMAN AL-QUR’AN JUMAT LEGI SEBAGAI PRAKTIK SOLIDARITAS SOSIAL KELUARGA BANI RATNAI DI DESA SELOK ANYAR KECAMATAN PASIRIAN KABUPATEN LUMAJANG)
21105020014_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (8MB) | Preview
[img] Text (TRADISI KHATAMAN AL-QUR’AN JUMAT LEGI SEBAGAI PRAKTIK SOLIDARITAS SOSIAL KELUARGA BANI RATNAI DI DESA SELOK ANYAR KECAMATAN PASIRIAN KABUPATEN LUMAJANG)
21105020014_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (12MB) | Request a copy

Abstract

Tradisi adalah hal yang sangat sering dilakkukan oleh umat manusia. Hal ini juga terjadi pada masyarakat indonesia utamanya masyarakat pedesaan. Masyarakat indonesia yang cenderung homogen banyak memiliki tradisi dengan beberapa latarbelakang. Seperti dengan latarbelakang adat, budaya, kemanusiaan, agama bahkan akulturasi dari beberapa latarbelakang tradisi. Penelitian dibawah ini membahas mengenai tradisi Khataman Al-Qur’an yang dilakukan oleh Bani Ratnai. Tradisi Khataman Al-Qur’an ini merupakan salah satu bentuk ekspresi religius masyarakat Muslim di Desa Selok Anyar yang mencerminkan nilai-nilai spiritual, sosial, dan budaya. Penelitian ini berfokus pada tradisi Khataman Al-Qur’an yang dilaksanakan oleh Bani Ratnai, sebuah kelompok kekerabatan yang secara turun-temurun mempertahankan praktik keagamaan ini. Adapun tujuan penelitian adalah untuk memahami dan mengerti tindakan keagamaan bani ratani melalui tindak laku, makna, proses pelaksanaan, serta nilai-nilai yang terkandung dan dianut dalam tradisi khataman AL-Qu’ran tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap anggota Keluarga Bani Ratnai. Meskipun sempat menimbulkan perdebatan, terutama terkait pemilihan maqbarah sebagai lokasi pelaksanaan, tradisi ini tetap lestari karena dianggap memiliki nilai spiritual yang mendalam bagi Keluarga. Selain itu, dinamika internal seperti perubahan generasi, kesadaran religius, dan tantangan modernitas turut mempengaruhi proses adaptasi tradisi tersebut hingga bertahan sampai hari ini. Dengan demikian, tradisi Khataman Al-Qur’an Bani Ratnai menjadi contoh konkret bagaimana agama, budaya lokal, dan struktur Keluarga saling berkelindan dalam membentuk praktik keagamaan yang khas di tingkat komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Khataman Al-Qur’an yang dilakukan Bani Ratnai tidak hanya dimaknai sebagai bentuk syukur atas selesainya pembacaan Al-Qur’an, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi Keluarga besar, memperkuat identitas keagamaan, serta menanamkan nilai religius kepada generasi muda. Pelaksanaan tradisi ini mengandung unsur ritual, doa bersama, dan jamuan sederhana yang merepresentasikan harmoni antara aspek keagamaan dan sosial. Dengan demikian, tradisi Khataman Al-Qur’an Bani Ratnai menjadi wujud kearifan lokal yang memperlihatkan keterjalinan antara agama, budaya, dan ikatan kekerabatan dalam kehidupan masyarakat Muslim di tingkat Keluarga.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Drs. Rahmat Fajri, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Khataman Al-Qur’an, Bani Ratnai, Solidaritas Sosial
Subjects: 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.267 Islam dan Seni, Islam dan Budaya, Seni Islam, Budaya Islam
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Studi Agama Agama (S1)
Depositing User: Muh Khabib, SIP.
Date Deposited: 09 Jan 2026 13:03
Last Modified: 09 Jan 2026 13:03
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/74956

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum