Khaizatuz Zauria, NIM.: 22105030035 (2025) RESEPSI FUNGSIONAL PENGAMAL WAHIDIYAH TANJUNGREJO LOCERET NGANJUK TERHADAP QS. ADZ-DZARIYAT AYAT 50. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (RESEPSI FUNGSIONAL PENGAMAL WAHIDIYAH TANJUNGREJO LOCERET NGANJUK TERHADAP QS. ADZ-DZĀRIYĀT AYAT 50)
22105030035_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version Download (8MB) | Preview |
|
|
Text (RESEPSI FUNGSIONAL PENGAMAL WAHIDIYAH TANJUNGREJO LOCERET NGANJUK TERHADAP QS. ADZ-DZĀRIYĀT AYAT 50)
22105030035_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (10MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis terhadap fenomena resepsi al-Qur’an dalam komunitas keagamaan, khususnya bagaimana QS. adz-Dzāriyāt ayat 50 “fa firrū ilā Allāh” dipahami dan diamalkan oleh Pengamal Shalawat Wahidiyah di Desa Tanjungrejo, Loceret, Nganjuk. QS. adz-Dzāriyāt ayat 50 (fa firrū ilā Allāh) diresepsi oleh Pengamal Wahidiyah bukan hanya sebagai ayat dengan makna objektif, tetapi sebagai seruan tasawuf yang menekankan eksistensi kemenghambaan orang beriman. Ayat ini dikonstruksi sebagai sistem normatif dalam pemahaman lokal Wahidiyah yang membentuk nilai, tata laku, dan slogan spiritual jamaah, sementara pengamalannya tidak merujuk langsung pada teks ayat, melainkan pada sistem pemahaman lokal yang dibangun di atas makna eksistensial ayat tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Living Qur’an dan resepsi fungsional untuk mengkaji bagaimana QS. adz-Dzāriyāt ayat 50 dipahami dan dipraktikkan oleh Pengamal Wahidiyah. Data diperoleh melalui observasi partisipatif pada kegiatan mujahadah, wawancara mendalam terhadap enam informan yang terdiri dari pengurus dan anggota Pengamal Wahidiyah, serta dokumentasi pendukung yang relevan dengan praktik keagamaan jamaah. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menelaah proses pemaknaan, penerimaan, dan pengamalan ayat al-Qur’an dalam konteks sosial-keagamaan jamaah, menggunakan teori resepsi al-Qur’an, khususnya resepsi fungsional sebagaimana dirumuskan oleh Ahmad Rafiq. Resepsi Pengamal Shalawat Wahidiyah terhadap QS. adz-Dzāriyāt ayat 50 bersifat fungsional dan sufistik, di mana ayat fa firrū ilā Allāh dipahami sebagai seruan untuk kembali kepada Allah melalui kesadaran spiritual, penyucian hati, dan ketergantungan total kepada-Nya. Ayat ini tidak hanya dimaknai secara tekstual, tetapi juga dihidupkan dalam praktik keagamaan jamaah melalui mujahadah, shalawat, serta nida’ empat penjuru yang berfungsi sebagai seruan spiritual untuk mengarahkan orientasi diri kepada Allah. Resepsi tersebut mengandung makna eksistensial yang mendorong terjadinya transformasi diri Pengamal Wahidiyah, sehingga fa firrū ilā Allāh berfungsi sebagai landasan kesadaran kemenghambaan yang membentuk perubahan sikap batin, dan komitmen religius dalam kehidupan sehari-hari.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Subkhani Kusuma Dewi, M.A., Ph.D. |
| Uncontrolled Keywords: | Fafirru Ilallah, Pengamal Wahidiyah, Resepsi Fungsional |
| Subjects: | 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur’an dan Tafsir (S1) |
| Depositing User: | Muh Khabib, SIP. |
| Date Deposited: | 08 Jan 2026 08:29 |
| Last Modified: | 08 Jan 2026 10:17 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/74971 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
