PERGESERAN TERJEMAHAN AL-QUR’AN BAHASA SUNDA DALAM QOERAN TARDJAMAH SOENDA DAN TAFSIR NURUL BAJAN KARYA MUHAMMAD ROMLI : STUDI ANALISIS Q.S. ALI‘IMRON AYAT 35-47

Luthfi Alifia, NIM.: 22105030044 (2025) PERGESERAN TERJEMAHAN AL-QUR’AN BAHASA SUNDA DALAM QOERAN TARDJAMAH SOENDA DAN TAFSIR NURUL BAJAN KARYA MUHAMMAD ROMLI : STUDI ANALISIS Q.S. ALI‘IMRON AYAT 35-47. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (PERGESERAN TERJEMAHAN AL-QUR’AN BAHASA SUNDA DALAM QOERAN TARDJAMAH SOENDA DAN TAFSĪR NŪRUL BAJĀN KARYA MUHAMMAD ROMLI : STUDI ANALISIS Q.S. ALI‘IMRON AYAT 35-47)
22105030044_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (10MB) | Preview
[img] Text (PERGESERAN TERJEMAHAN AL-QUR’AN BAHASA SUNDA DALAM QOERAN TARDJAMAH SOENDA DAN TAFSĪR NŪRUL BAJĀN KARYA MUHAMMAD ROMLI : STUDI ANALISIS Q.S. ALI‘IMRON AYAT 35-47)
22105030044_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (14MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai dinamika penerjemahan di tatar Sunda yang menggunakan bahasa Sunda. Penelitian ini memfokuskan pembahasan pada dua karya berbahasa Sunda yang ditulis oleh pengarang yang sama yaitu Qoeran Tardjamah Soenda dan Tafsir Nūrul Bajān karya Muhammad Romli. Kedua karya ini ditulis setelah kemerdekaan dengan rentang waktu yang tidak terlalu lama, akan tetapi memiliki karakteristik yang berbeda pada pemilihan bahasa penerjemahannya. Qoeran Tardjamah Soenda cenderung menggunakan ragam bahasa Sunda loma dan Tafsir Nūrul Bajān cenderung menggunakan ragam bahasa Sunda lemes pada bahasa penerjemahannya. Penelitian ini memfokuskan kajian pada Surah Ali ‘Imron ayat 35-47 untuk membandingkan penggunaan bahasa yang ada pada kedua karya tersebut. Alasan dipilihnya Surah Ali ‘Imron ayat 35-47 karena ayat tersebut termasuk ayat yang merepresentasikan hierarki kebahasaan atau undak usuk bahasa Sunda. Penelitian ini membawa beberapa poin permasalahan, yaitu bagaimana penerjemahan Surah Ali ‘Imron ayat 35-47 pada kedua karya tersebut, bagaimana bentuk perubahan bahasa terjemahan pada kedua karya tersebut dan apa saja faktor yang melatarbelakangi adanya perubahan itu. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk penerjemahan pada kedua karya, mengidentifikasikan perubahan ragam bahasa yang muncul serta menjelaskan faktor-faktor yang melatarbelakangi perbedaan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif-kualitatif dengan pendekatan analisis teks, sosiolinguistik, politik bahasa dan kesejarahan suatu bahasa. Qoeran Tardjamah Soenda dan Tafsir Nūrul Bajān dijadikan sebagai data utama penelitian ini. Kedua data utama tersebut kemudian dianalisis melalui pemaparan penerjemahan dan pembandingan diksi yang dipakai pada kedua karya tersebut yang secara spesifik dalam penerjemahan Q.S. Ali ‘Imron ayat 35-47. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerjemahan pada kedua karya tersebut memiliki kesamaan dari segi isi atau maksud terjemahan. Akan tetapi, memiliki perbedaan pada gaya penerjemahan dan bahasa yang dipilih. Qoeran Tardjamah Soenda menggunakan ragam bahasa Sunda loma dengan gaya penerjemahan yang to the point. Sementara itu, Tafsir Nūrul Bajān menggunakan ragam bahasa Sunda lemes dan diksi yang lebih terstruktur. Alasan yang melatarbelakangi perbedaan ini dibagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang melatarbelakangi perbedaan ini adalah Qoeran Tardjamah Soenda yang bergenre terjemahan yang berorientasi terhadap bahasa sasaran dan Tafsir Nūrul Bajān yang bergenre tafsir yang berorientasi terhadap bahasa sumber atau asal. Faktor eksternal dibagi menjadi dua kategori, yaitu dilihat dari aspek sosiolinguistik dan kebijakan bahasa. Dari aspek sosiolinguistik ditemukan bahwa sasaran audiens pada kedua karya ini berbeda. Qoeran Tardjamah Soenda menyasar kepada masyarakat awam yang dinilai memiliki literasi yang terbatas sehingga digunakan bahasa yang mudah. Hal ini didukung dengan adanya program pemberantasan buta huruf oleh pemerintah. Sementara itu, Tafsir Nūrul Bajān menyasar kepada pelajar atau xiv masyarakat dengan tingkat literasi yang lebih tinggi dengan adanya data keberhasilan program pemberantasan buta huruf sehingga digunakan bahasa yang lebih sistematis. Pemilihan Muhammad Romli atas ragam bahasa Sunda loma untuk masyarakat awam dan ragam bahasa Sunda lemes untuk masyarakat terpelajar, dapat mengindikasikan bahwa ragam bahasa Sunda loma diperuntukkan untuk masyarakat awam sebagai bahasa akar keseharian dan ragam bahasa Sunda lemes diperuntukkan untuk elit terpelajar. Dari kacamata kebijakan bahasa, Qoeran Tardjamah Soenda ditulis pasca kemerdekaan dengan pusat perhatian pemerintah terhadap penyebaran Bahasa Indonesia, sehingga bahasa daerah tidak terlalu diperhatikan. Tafsir Nūrul Bajān ditulis pada masa peningkatan fasilitas layanan publik dan modernisasi yang mengakibatkan kontak bahasa antar wilayah sehingga tercampurnya bahasa Sunda dengan bahasa yang lain. Hal tersebut menumbuhkan keinginan untuk mempertahankan ragam bahasa Sunda melalui Tafsir Nūrul Bajān ini.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Asep Nahrul Musadad, S.Th.I, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Qoeran Tardjamah Soenda, Tafsir Nurul Bajan, Bahasa Sunda
Subjects: 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur’an dan Tafsir (S1)
Depositing User: Muh Khabib, SIP.
Date Deposited: 08 Jan 2026 08:37
Last Modified: 08 Jan 2026 10:16
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/74973

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum