Ade Griyarman Hakim, NIM.: 22205032023 (2025) PERAN PEREMPUAN DALAM KISAH SARAH DAN HAJAR MENURUT BUYA HAMKA DALAM TAFSIR AL- AZHAR. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (PERAN PEREMPUAN DALAM KISAH SARAH DAN HAJAR MENURUT BUYA HAMKA DALAM TAFSIR AL- AZHÂR)
22205032023_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version Download (9MB) | Preview |
|
|
Text (PERAN PEREMPUAN DALAM KISAH SARAH DAN HAJAR MENURUT BUYA HAMKA DALAM TAFSIR AL- AZHÂR)
22205032023_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (13MB) | Request a copy |
Abstract
Isu yang sering menjadi perhatian banyak orang sehingga selalu diperbincangkan dalam forum nasional maupun internasional ialah perempuan. Walaupun dengan jelas Al-Qur’an menyebutkan perempuan dengan mencontohkan kisah-kisah perempuan yang ada didalamnya untuk menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan. sehingga pembahas topik utama dalam penelitian ini adalah peran perempuan dalam kisah Sarah dan Hajar dengan merujuk pada kitab tafsir al-azhar karya buya hamka. Tafsir al-azhar lebih menitikberatkan permasalahan sosial, budaya, dan sejarah masyarakat. Penelitian ini memiliki tiga rumusan masalah yaitu, 1. Bagaimana penafsiran kisah Sarah dan Hajar dalam tafsir al- Azhâr karya Buya Hamka? 2. Bagaimana Peran Sarah dan Hajar dalam tafsir al- Azhâr karya Buya Hamka? 3. Bagaimana relevansi kisah Sarah dan Hajar pada Tafsir al-Azhar dalam konteks masa sekarang?. Maka dari itu, hasil penelitian ini mendapati bahwa peran yang dimaksudkan dari penafsiran tersebut merupakan perempuan di zaman dahulu menggambarkan perempuan kuat, penuh pendirian, tidak lemah, dan mengusai banyak hal dan tidak seperti perempuan yang digambarkan sebagai sosok yang lemah. Namun perempuan yang dapat bersaing dengan para lelaki diberbagai sector keahlian. Hamka juga menjelaskan bahwa peran perempuan yang telah dicontohkan dalam kisah Sarah dan Hajar menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam keluarga sekaligus membuktikan begaimana menjadi perempuan yang taat kepada suami tanpa harus merendahkan martabat perempuan dan menjadi seorang ibu yang inspiratif dalam rumah tangga. Hal menandakan bahwa kisah Sarah dan Hajar sebagai perempuan yang mulia di zaman dulu meskipun berada pada gelombang banyaknya orang-orang yang merendahkan perempuan di zaman itu. Namun keduanya membuktikan bahwa kondisi sosial masyarakat bukanlah halangan untuk menjadi perempuan yang kuat. Apalagi di zaman sekerang perempuan lebih mendominasi di berbagai sektor pekerjaan. Hal ini sekaligus menghilangkan pandangan masyarakat tentang perempuan yang identik dengan kelemahan dan hanya melakukan pekerjaan rumahan. Buya Hamka cenderung mendukung perempuan sebagaimana Hamka lahir dilingkungan Minangkabau, Dengan memahami konteks sosial dan budaya Minangkabau, Buya Hamka menunjukkan kesadarannya akan pentingnya hak-hak perempuan dalam masyarakat. Pandangannya terutama tentang warisan dan peran perempuan dalam masyarakat Minangkabau menunjukkan bahwa Hamka mendukung keadilan dan kesetaraan bagi perempuan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Prof. Dr. H. Muhammad, M. Ag. |
| Uncontrolled Keywords: | Peran Perempuan, Kisah Sarah dan Hajar, Tafsir Al-Azhar Buya Hamka |
| Subjects: | 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur'an dan Tafsir (S2) |
| Depositing User: | Muh Khabib, SIP. |
| Date Deposited: | 08 Jan 2026 09:12 |
| Last Modified: | 08 Jan 2026 10:18 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/74985 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
