Pengembangan Perpustakaan Perguruan Tinggi sebagai Information dan Learning Commons

Anis Masruri, - and Khusnul Khotimah, - (2025) Pengembangan Perpustakaan Perguruan Tinggi sebagai Information dan Learning Commons. In: Jalinan Ilmu dan Peradaban: Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Informasi (Bunga Rampai Purna Tugas Prof. Abdul Karim MA., dan Dr. Mustari, M.Hum. Idea Press, Yogyakarta, pp. 405-442. ISBN 978-623-484-194-7

[img]
Preview
Text (Pengembangan Perpustakaan Perguruan Tinggi sebagai Information dan Learning Commons)
Pengembangan Perpustakaan Perguruan Tinggi sebagai Information dan Learning Commons_compressed.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Surat Pernyataan)
surat-surat-pernyataan1767838788.pdf - Published Version

Download (17kB) | Preview

Abstract

Transformasi perpustakaan perguruan tinggi ke arah Information Commons dan Learning Commons merupakan keniscayaan dalam menjawab tantangan dan kebutuhan pendidikan tinggi di era digital. Perpustakaan tidak lagi cukup hanya berperan sebagai tempat penyimpanan dan peminjaman koleksi, tetapi harus berfungsi sebagai pusat pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berbasis teknologi. Konsep Information Commons menekankan pada integrasi sumber informasi dan teknologi untuk mendukung akses terbuka, sementara Learning Commons melangkah lebih jauh dengan menyediakan ruang dan layanan yang memungkinkan interaksi, kolaborasi, serta pengembangan keterampilan belajar mahasiswa secara lebih menyeluruh. Implementasi Information dan Learning Commons yang efektif terbukti mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat literasi informasi, serta mendorong keterlibatan mahasiswa dalam proses akademik yang bermakna. Perpustakaan menjadi ruang yang inklusif dan dinamis, di mana mahasiswa, dosen, dan pustakawan dapat saling berinteraksi dalam suasana belajar yang produktif. Hal ini juga menunjukkan bahwa peran pustakawan telah bergeser dari sekadar pengelola koleksi menjadi fasilitator pembelajaran dan mitra akademik yang aktif. Namun, keberhasilan transformasi ini memerlukan perencanaan yang matang, dukungan kelembagaan, kesiapan infrastruktur, serta kolaborasi lintas unit di lingkungan perguruan tinggi. Perpustakaan yang mampu mengadopsi pendekatan commons secara holistik akan menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem pembelajaran abad ke-21, sekaligus menempatkan dirinya sebagai jantung inovasi dan pusat keunggulan akademik institusi. Dengan demikian, pengembangan perpustakaan berbasis Information dan Learning Commons merupakan strategi penting untuk mewujudkan ekosistem akademik yang relevan, adaptif, dan berorientasi masa depan. Berdasarkan simpulan yang telah diuraikan, maka disarankan agar perpustakaan perguruan tinggi segera mengambil langkah strategis untuk mentransformasi diri menjadi Information Commons dan Learning Commons secara terencana dan berkelanjutan. Transformasi ini perlu dimulai dari kebijakan institusional yang mendukung perubahan paradigma perpustakaan, tidak hanya sebagai penyedia koleksi, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran kolaboratif yang inklusif dan berbasis teknologi. Pihak rektorat atau pimpinan institusi harus memberi dukungan konkret melalui regulasi, alokasi anggaran, serta integrasi visi perpustakaan dalam rencana pengembangan institusi. Selain itu, penguatan infrastruktur dan penyediaan teknologi digital menjadi keharusan, agar perpustakaan mampu menyediakan akses informasi yang luas, cepat, dan relevan. Hal ini mencakup penyediaan perangkat keras dan lunak yang mendukung kegiatan akademik, jaringan internet yang stabil, serta platform digital seperti Learning Management System dan repositori institusi. Bersamaan dengan itu, desain ruang perpustakaan juga harus diarahkan untuk memenuhi prinsip fleksibilitas, kenyamanan, aksesibilitas, dan keberlanjutan, sehingga mampu mengakomodasi berbagai gaya belajar pengguna, termasuk mahasiswa berkebutuhan khusus. Transformasi ini juga perlu dibarengi dengan peningkatan kapasitas pustakawan sebagai aktor kunci dalam layanan perpustakaan masa kini. Pustakawan harus diposisikan sebagai mitra akademik yang aktif dalam proses pembelajaran dan penelitian, yang memerlukan pelatihan berkelanjutan dalam bidang pedagogi, teknologi informasi, komunikasi akademik, serta pengembangan layanan berbasis pengguna. Lebih jauh, kolaborasi antara perpustakaan dan fakultas, dosen, pusat layanan akademik, maupun unit penjaminan mutu perlu diperkuat agar layanan perpustakaan dapat terintegrasi dengan kurikulum dan proses pembelajaran yang berlangsung di kelas maupun di luar kelas. Rekomendasi terakhir yang tidak kalah penting adalah perlunya evaluasi dan monitoring secara berkelanjutan terhadap implementasi Information dan Learning Commons ini. Perpustakaan perlu mengembangkan instrumen evaluasi layanan, mengadakan survei kepuasan pengguna, dan menyusun indikator keberhasilan berbasis data yang dapat menjadi landasan dalam peningkatan kualitas layanan secara terus-menerus. Dengan pendekatan yang menyeluruh dan berorientasi pada kebutuhan pengguna, perpustakaan perguruan tinggi dapat benar-benar menjelma menjadi pusat unggulan akademik yang relevan, adaptif, dan berdaya saing di era transformasi digital.

Item Type: Book Section
Uncontrolled Keywords: Perpustakaan Perguruan Tinggi, Information, Learning Commons
Subjects: Perpustakaan > Perpustakaan Perguruan Tinggi
Divisions: Buku
Depositing User: Dra. Khusnul Khotimah, SS, M.IP -
Date Deposited: 08 Jan 2026 09:28
Last Modified: 08 Jan 2026 09:28
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/74986

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum