PARATEKS SUBJUDUL SEBAGAI UNSUR TAFSIR (ANALISIS ATAS TERJEMAH KEMENTERIAN AGAMA PADA SURAH YA SIN DAN AL-WAQIAH)

Merdita Rizqia Nikma Maula, NIM.: 23205031057 (2025) PARATEKS SUBJUDUL SEBAGAI UNSUR TAFSIR (ANALISIS ATAS TERJEMAH KEMENTERIAN AGAMA PADA SURAH YA SIN DAN AL-WAQIAH). Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (PARATEKS SUBJUDUL SEBAGAI UNSUR TAFSIR (ANALISIS ATAS TERJEMAH KEMENTERIAN AGAMA PADA SURAH YA SIN DAN AL-WAQIAH))
23205031057_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (9MB) | Preview
[img] Text (PARATEKS SUBJUDUL SEBAGAI UNSUR TAFSIR (ANALISIS ATAS TERJEMAH KEMENTERIAN AGAMA PADA SURAH YA SIN DAN AL-WAQIAH))
23205031057_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (16MB) | Request a copy

Abstract

Subjudul merupakan salah satu unsur pelengkap dalam penulisan Al-Qur’an dan terjemahnya yang terdapat perubahan pada beberapa edisi sebagai bagian dari proses revisi penyempurnaan. Dalam konteks QT subjudul termasuk bagian dari parateks, yakni seluruh komponen yang menyertai dan mengelilingi teks utama (Al-Qur’an). Menurut Gerard Genette, parateks dibagi menjadi dua kategori, periteks dan epiteks. Periteks mencakup unsur-unsur tambahan yang terdapat di dalam teks utama. Seperti terjemah, subjudul, catatan kaki, dan sebagainya. Sementara epiteks, mencakup unsur-unsur yang berada di luar teks namun tetap berkaitan dengan teks utama tersebut. Seperti wawancara dengan penerbit dan ulasan di media. Keberadaan subjudul QT berperan sebagai periteks, seperti subjudul yang terdapat pada surah Yāsīn dan Al-Wāqi‘ah. Dalam penelitian ini penulis mengunakan analisis Gerard Genette teoritikus sastra asal Prancis yang merumuskan teorinya mengenai parateks sebagai landasan untuk mengetahui unsur-unsur teks dengan menyeluruh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis teks mengacu pada dua sumber, yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer yang digunakan berupa QT edisi Jamunu 1965, edisi Mukti Ali 1974, dan edisi penyempurnaan 2019. Sumber sekunder meliputi buku, jurnal, artikel, dan literatur terkait. Hasil penelitian menjawab dua rumusan masalah, yaitu: 1.) Bagaimana perkembangan periteks subjudul QT edisi 1965, 1974, dan 2019 pada surah Yāsīn dan Al-Wāqi‘ah? 2.) Bagaimana bentuk perubahan pengelompokan dan perubahan makna periteks subjudul dalam QT edisi 1965, 1974, dan 2019 pada surah Yāsīn dan Al-Wāqi‘ah? Perkembangan subjudul dalam QT meliputi penyesuaian penulisan sistem ejaan bahasa Indonesia yang turut berperan dalam memperkenalkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, mengingat mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam memungkinkan QT menjadi salah satu bacaan yang paling banyak diakses. Sehingga dapat berpotensi menjadi sarana efektif dalam mendukung strategi pengenalan bahasa Indonesia melalui media keagamaan. Perkembangan subjudul QT dalam aspek visual, meliputi tata letak dan penambahan warna hijau pada edisi 2019. Terdapat beberapa simbol dari warna hijau diantaranya, menjadi bagian dari simbol warna dari Kemenag, salah satu warna yang terdapat dalam ayat-ayat Al-Qur’an, menjadi warna yang digemari Rasulullah Saw dan sebagai simbol ketenangan dalam dunia psikologi. Perkembangan periteks subjudul QT menunjukan pentingnya keberadaan unsur periteks sehingga diperlukan upaya penyempurnaan secara berkelanjutan agar keberadaan subjudul yang disajikan mampu menyampaikan makna kandungan Al-Qur’an. Terdapat beberapa perubahan bentuk pengelompokan subjudul edisi 1965, 1974, dan 2019, sehingga menyebabkan perubahan jumlah subjudul pada edisi 2019. Perubahan pengelompokan subjudul QT menghasilkan perubahan makna generalisasi dan spesialisasi dalam mendeskripsikan makna pada subjudul kelompok ayat surah Yāsīn dan Al-Wāqi‘ah. Peran periteks subjudul QT mencakup fungsi informatif, yakni memberikan gambaran awal kepada pembaca mengenai kandungan ayat-ayat yang akan dibaca. Fungsi interpretatif tampak dalam upaya menjelaskan makna dari informasi yang disajikan melalui subjudul, sedangkan fungsi pragmatik hadir dalam harapan bahwa keberadaan subjudul dapat membantu pembaca memahami kandungan ayat dengan lebih mudah melalui pengelompokan subjudul yang terperinci.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Supervisor: Dr. Phil. Mu’ammar Zayn Qadafy, M.Hum.
Uncontrolled Keywords: Al-Qur’an dan Terjemahnya, Subjudul, Parateks
Subjects: 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.122 Quran, Al-Qur'an, Alquran
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur'an dan Tafsir (S2)
Depositing User: Muh Khabib, SIP.
Date Deposited: 08 Jan 2026 10:04
Last Modified: 08 Jan 2026 10:05
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/74995

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum