Dzaky Maulidan Rusma Nugraha, NIM.: 21103060053 (2025) TRADISI SHOLAWAT BANTULAN DI DESA MRANGGEN KIDUL KECAMATAN BANSARI KABUPATEN TEMANGGUNG (PERSPEKTIF TOKOH NAHDLATUL ULAMA DAN MUHAMMADIYAH BANSARI). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (TRADISI SHOLAWAT BANTULAN DI DESA MRANGGEN KIDUL KECAMATAN BANSARI KABUPATEN TEMANGGUNG (PERSPEKTIF TOKOH NAHDLATUL ULAMA DAN MUHAMMADIYAH BANSARI))
21103060053_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (TRADISI SHOLAWAT BANTULAN DI DESA MRANGGEN KIDUL KECAMATAN BANSARI KABUPATEN TEMANGGUNG (PERSPEKTIF TOKOH NAHDLATUL ULAMA DAN MUHAMMADIYAH BANSARI))
21103060053_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Tradisi Sholawat Bantulan merupakan salah satu bentuk ekspresi keagamaan masyarakat Desa Mranggen Kidul, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung yang telah berlangsung secara turun-temurun. Tradisi ini memadukan unsur dakwah Islam dengan budaya lokal dalam bentuk pembacaan sholawat bersama, yang biasanya dilakukan dalam acara-acara tertentu seperti khitanan, tahlilan, atau peringatan hari besar Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan tradisi Sholawat Bantulan serta mengkaji respons dan pandangan dari dua kelompok keagamaan dominan di wilayah tersebut, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam dengan tokoh agama dan masyarakat, serta dokumentasi. Teori utama yang digunakan dalam analisis adalah teori ‘Urf dari ilmu usul fikih, yang menjelaskan cara merekonsiliasi perbedaan pendapat dalam konteks keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan pendekatan antara ulama NU dan Muhammadiyah dengan NU cenderung menerima tradisi ini sebagai bagian dari dakwah kultural, dan Muhammadiyah lebih kritis terhadap unsur-unsur yang dianggap tidak berdasar kuat pada Al-Qur’an dan Hadis keduanya menemukan titik temu dalam semangat syiar Islam dan kebersamaan sosial. Teori ‘Urf menjadi sarana efektif dalam menjembatani perbedaan tersebut. Tradisi Sholawat Bantulan, pada akhirnya, memiliki implikasi sosial yang signifikan dalam menjaga harmoni, memperkuat solidaritas komunitas, dan memperkaya identitas keislaman yang kontekstual dan inklusif di tengah masyarakat desa.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Nurdhin Baroroh, S.H.I, M.S.I |
| Uncontrolled Keywords: | Sholawat Bantulan; Ulama Nahdlatul Ulama; Ulama Muhammadiyah |
| Subjects: | Hukum Islam > Adat - 'Urf Islam dan Tradisi |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzab (S1) |
| Depositing User: | Muchti Nurhidaya [muchti.nurhidaya@uin-suka.ac.id] |
| Date Deposited: | 08 Jan 2026 09:42 |
| Last Modified: | 08 Jan 2026 09:42 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/74997 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
