Siti Wahdah, - and Nurdin Laugu, - and Anis Masruri, - (2024) Harmonizing Islamic Values And Local Wisdom a Fiqh Analysis of Banjar Traditions and Sabil al Muhtadin. Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman, 23 (2). pp. 276-288. ISSN ISSN (Print) 1412-9507 ISSN (Online) 2527-6778
|
Text (Harmonizing Islamic Values And Local Wisdom a Fiqh Analysis of Banjar Traditions and Sabil al Muhtadin)
Harmonizing Islamic Values And Local Wisdom A Fiqh Analysis Of Banjar Traditions In Sabil Al-Muhtadin.pdf - Published Version Download (320kB) | Preview |
|
|
Text (Surat Pernyataan)
surat-surat-pernyataan1767840044.pdf - Published Version Download (18kB) | Preview |
Abstract
This study aims to analyze the harmonization of Islamic values and the local wisdom of the Banjar community in South Kalimantan, particularly from the perspective of the Qur'an. The research focuses on the work of Sheikh Muhammad Arsyad Al-Banjari in the book Sabil al-Muhtadin, which serves as a primary reference in resolving tensions between Islamic law and local traditions. The method employed is a literature review with heuristic and hermeneutic approaches to interpret the texts in the book. The results indicate that Sheikh Arsyad successfully integrated local wisdom, such as the use of jamban, burial with tabala, as well as zakat laws and halal food, into the framework of Islamic law with contextual considerations. These findings affirm that Sheikh Arsyad's moderate and adaptive approach not only preserved the authenticity of Islamic teachings but also respected local culture. This research makes a significant contribution to understanding the dynamics of interaction between Islam and local wisdom, as well as its relevance to contemporary Muslim societies Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis harmonisasi antara nilai-nilai Islam dan kearifan lokal masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan, khususnya melalui perspektif Al-Qur'an. Fokus penelitian adalah pada karya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dalam kitab Sabil al-Muhtadin, yang menjadi rujukan utama dalam menyelesaikan ketegangan antara hukum Islam dan tradisi lokal. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan heuristik dan hermeneutik untuk menafsirkan teks-teks dalam kitab tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syekh Arsyad berhasil mengintegrasikan kearifan lokal seperti penggunaan jamban, penguburan dengan tabala, serta hukum zakat dan makanan halal ke dalam kerangka hukum Islam dengan pertimbangan kontekstual. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan moderat dan adaptif Syekh Arsyad tidak hanya mempertahankan otentisitas ajaran Islam tetapi juga menghargai budaya lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam memahami dinamika interaksi antara Islam dan kearifan lokal, serta relevansinya bagi masyarakat Muslim kontemporer. Kata Kunci: Al-Qur'an, kearifan lokal, Sabil al-Muhtadin, Syekh Arsyad Al-Banjari, hukum Islam
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Qur'an, local wisdom, Sabil al-Muhtadin, Sheikh Arsyad Al-Banjari, Islamic law. : Al-Qur'an, kearifan lokal, Sabil al-Muhtadin, Syekh Arsyad Al-Banjari, hukum Islam. |
| Subjects: | Islam |
| Divisions: | Artikel (Terbitan Luar UIN) |
| Depositing User: | Dra. Khusnul Khotimah, SS, M.IP - |
| Date Deposited: | 08 Jan 2026 11:03 |
| Last Modified: | 08 Jan 2026 11:03 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/74998 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
