RELASI KEKUASAAN DALAM REPORTASE RITUS KEMATIAN AYAH TITAH AW DI VICE INDONESIA

Ruhana Maysarotul Muwafaqoh, NIM.: 21102010100 (2025) RELASI KEKUASAAN DALAM REPORTASE RITUS KEMATIAN AYAH TITAH AW DI VICE INDONESIA. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (RELASI KEKUASAAN DALAM REPORTASE RITUS KEMATIAN AYAH TITAH AW DI VICE INDONESIA)
21102010100_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (RELASI KEKUASAAN DALAM REPORTASE RITUS KEMATIAN AYAH TITAH AW DI VICE INDONESIA)
21102010100_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Eksistensi penghayat kepercayaan di tengah masyarakat yang majemuk tidak luput dari peran media. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap relasi kekuasaan yang termanifestasi dalam reportase bertajuk “Ayahku Seorang Penghayat, Tapi Dia Tak Bisa Dimakamkan Sesuai Dengan Kepercayaannya” di VICE Indonesia. Sebagai media yang identik dengan segmentasi anak urban dan isu kelompok marginal, VICE Indonesia memproduksi wacana yang merepresentasikan pertemuan antara nilai kepercayaan lokal dan dominasi agama mayoritas dalam ruang publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough yang meliputi tiga dimensi: tekstual, praktik wacana, dan praktik sosial-budaya. Berdasarkan hasil penelitian, dimensi tekstual menunjukkan bahwa bahasa digunakan untuk menceritakan pengalaman pribadi Titah AW saat menyaksikan ritus kematian ayahnya yang dilaksanakan dua versi, Islam dan Kapribaden. Mekanisme soft domination tampak melalui kewajaran sosial yang diterima tanpa resistensi, sementara negara hadir sebagai aktor yang memengaruhi identitas dan tekanan sosial melalui regulasi terkait penghayat kepercayaan. Pada dimensi praktik wacana, proses produksi dan konsumsi teks dipengaruhi oleh sejarah panjang diskriminasi terhadap penghayat kepercayaan. Penggunaan sudut pandang orang pertama dengan kekuasaan penuh oleh Titah AW dalam produksi teks menghadirkan ruang reflektif yang mengungkap keberlanjutan kekerasan simbolik dan struktural. Nilai tasamuh (toleransi) Islam tampak hadir secara akomodatif. Sementara itu, analisis praktik sosial-budaya menunjukkan bahwa relasi kekuasaan diperkuat oleh keputusan personal, kondisi sosial masyarakat transisional, serta kurangnya negara dalam memfasilitasi kebebasan beragama. Wacana “agama resmi” menciptakan ketimpangan sosial bagi penghayat. Penelitian ini menegaskan bahwa VICE Indonesia berfungsi sebagai media alternatif yang mengangkat pengalaman marginal sekaligus menunjukkan bagaimana kekuasaan bekerja melalui bahasa dan praktik sosial.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Mochammad Sinung Restendy, M.Sos.
Uncontrolled Keywords: penghayat kepercayaan; relasi kekuasaan; tasamuh; Titah AW; VICE Indonesia
Subjects: 200 Agama > 201.7 Toleransi Beragama, Hubungan Antaragama, Pluralisme Agama
Aliran Kepercayaan
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Komunikasi Penyiaran Islam (S1)
Depositing User: Muchti Nurhidaya [muchti.nurhidaya@uin-suka.ac.id]
Date Deposited: 09 Jan 2026 11:05
Last Modified: 09 Jan 2026 11:05
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75038

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum