PERAN KEPEMIMPINAN KYAI DALAM MEMPERTAHANKAN IDENTITAS TRADISIONAL DI PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH MLANGI DI TENGAH DINAMIKA MODERNISASI

Sahri Ramadon, NIM.: 23204091011 (2025) PERAN KEPEMIMPINAN KYAI DALAM MEMPERTAHANKAN IDENTITAS TRADISIONAL DI PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH MLANGI DI TENGAH DINAMIKA MODERNISASI. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (PERAN KEPEMIMPINAN KYAI DALAM MEMPERTAHANKAN IDENTITAS TRADISIONAL DI PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH MLANGI DI TENGAH DINAMIKA MODERNISASI)
23204091011_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (PERAN KEPEMIMPINAN KYAI DALAM MEMPERTAHANKAN IDENTITAS TRADISIONAL DI PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH MLANGI DI TENGAH DINAMIKA MODERNISASI)
23204091011_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional menghadapi tantangan modernisasi berupa tuntutan pendidikan formal, integrasi teknologi, dan tata kelola modern yang berpotensi menggeser identitas tradisionalnya. Pondok Pesantren Assalafiyah Mlangi mengalami dinamika serupa, terlihat dari fluktuasi jumlah santri, serta tekanan adaptasi terhadap perkembangan zaman. Hal ini menimbulkan masalah keberlanjutan, khususnya dalam mempertahankan tradisi pengajaran kitab kuning, pembelajaran agama, pembinaan moral, serta pelestarian nilai-nilai tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi, dan lain sebagainya. Dalam konteks ini, kepemimpinan KH. Chasan Abdullah menjadi kunci untuk memahami bagaimana pesantren menjaga identitas tradisional sekaligus merespons modernisasi. Penelitian ini menggunakan motode kualitatif dengan jenis studi lapangan, dan pendekatan menggunakan teori otoritas dari Max Weber sebagai landasan analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian meliputi kyai, pengurus, santri, dan alumni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan KH Chasan Abdullah di Pondok Pesantren Assalafiyyah Mlangi berperan strategis dalam mempertahankan identitas tradisional pesantren melalui pola kepemimpinan kharismatik-paternalistik yang menekankan keteladanan, kedekatan emosional, serta konsistensi ilmu dan amal. Identitas tradisional terjaga melalui pengajaran kitab kuning, metode pembelajaran klasik, penanamanُ adab,ُ danُ tradisiُ kulturalُ sepertiُ sowan,ُ diba’an,ُ sertaُ ziarah,ُ yang berfungsi sebagai perekat sosial dan penguat spiritualitas santri. Faktor kunci yang mendukung keberlangsungan identitas ini meliputi otoritas kyai, sistem nilai pembelajaran, kemandirian kelembagaan, serta mekanisme regenerasi kepemimpinan. Sementara itu, respons kyai terhadap modernisasi bersifat adaptif-selektif, ditunjukkan dengan pemanfaatan teknologi digital dan integrasi wacana kontemporer tanpa mengikis nilai-nilai dasar. Dengan prinsip al-muhāfaẓah ‘alā al-qadīm al-ṣāliḥ wa al-akhdh bi al-jadīd al-aṣlaḥ, kepemimpinan kyai mampu menciptakan harmoni antara tradisi dan modernitas, sehingga pesantren tetap otentik sekaligus relevan dengan tuntutan zaman. Kata Kunci: Pondok Pesantren Tradisional, Identitas Tradisional Pesantren, Kyai, Modernisasi

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Supervisor: Dr. H. Sumedi, M.Ag,
Uncontrolled Keywords: Pondok Pesantren Tradisional, Identitas Tradisional Pesantren, Kyai, Modernisasi
Subjects: Manajemen dan Kebijakan Pendidikan Islam
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Manajemen Pendidikan Islam (S-2)
Depositing User: S.Sos Sofwan Sofwan
Date Deposited: 12 Jan 2026 11:34
Last Modified: 12 Jan 2026 11:34
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75090

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum