KRITIK NIZAR QABBANI TERHADAP WACANA PATRIARKIS DALAM ISLAM DALAM EMPAT PUISINYA (TEORI KRITIK SASTRA FEMINIS)

Moch. Rofiuddin. S.Hum, NIM.: 22201011022 (2024) KRITIK NIZAR QABBANI TERHADAP WACANA PATRIARKIS DALAM ISLAM DALAM EMPAT PUISINYA (TEORI KRITIK SASTRA FEMINIS). Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (KRITIK NIZAR QABBANI TERHADAP WACANA PATRIARKIS DALAM ISLAM DALAM EMPAT PUISINYA (TEORI KRITIK SASTRA FEMINIS))
22201011022_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (KRITIK NIZAR QABBANI TERHADAP WACANA PATRIARKIS DALAM ISLAM DALAM EMPAT PUISINYA (TEORI KRITIK SASTRA FEMINIS))
22201011022_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kritik Nizar Qabbani terhadap wacana patriarki agama, sehingga peneliti menjadikannya dua kategori yaitu teologi dan hukum. Dari dua kategori tersebut peneliti mengambil empat antologi karya Nizar yang berjudul "Hakadza Aktubu Tarikha al-Nisa", "Yaumiyyah Imra'atul La Mubaliyyah", "Qasaid Mutawahhisyah", dan "Ana Ma'al Irhab". Semua puisi di atas dipilih karena cukup kuat menyuarakan kritik wacana patriarki agama. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan perspektif kritik sastra feminis dan teori ekspresif Abrams. Menurut Ruthven, prinsip dasar kritik sastra feminis adalah memahami ilmu pengetahuan baru yang muncul dari komponen-komponen yang sebelumnya tidak terlihat namun menjadi jelas dalam berbagai wacana sosial dan humaniora. Sedangkan Teori ekspresif sastra (The expressive theory of literature) adalah sebuah teori yang memandang karya sastra terutama sebagai pernyataan atau ekspresi dunia batin pengarangnya. Karya sastra dipandang sebagai sarana pengungkap ide, angan-angan, cita-cita, cita rasa, pikiran dan pengalaman pengarang. Dalam ungkapan yang lain, sastra adalah proses imajinatif yang mengatur dan menyintesiskan imajinasi-imajinasi, pemikiran-pemikiran, dan perasaan-perasaan pengarang. Metode pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara pembacaan hereustik dengan teknik reduksi data melalui lima tahapan seperti yang dikemukakan oleh Siswantoro dalam bukunya Metodologi Penelitian Sastra. Kemudian metode analisis yang peneliti gunakan dalam kajian ini adalah metode hermeneutik sebagaimana yang dilakukan Abrams dalam mengaplikasikan teorinya dalam sebuah karya sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kritik Nizar Qabbani yang tergambar pada puisi-puisinya, memberikan gambaran yang lebih dalam dan kritis tentang problem wacana agama yang patriarkis dan itu yang dikritik oleh Nizar Qabbani dengan alasan-alasan yang lebih logis dan humanis, sebagaimana inti agama memang menyatakan akan hal itu.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Supervisor: Prof. Dr. Yulia Nasrul Latifi, S.Ag. M.Hum.
Uncontrolled Keywords: Kritik Sastra, Wacana Patriarkis Agama, Puisi, Nizar Qabbani
Subjects: 800 Sastra (Literature) > 890 Sastra Lain-lain > 892.7309 Analisis - Kesusastraan Arab
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Bahasa dan Sastra Arab (S2)
Depositing User: Muh Khabib, SIP.
Date Deposited: 13 Jan 2026 09:35
Last Modified: 13 Jan 2026 09:35
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75129

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum