Ni’ma Royyin Husnaya, NIM.: 22201012006 (2024) RUANG KETIGA DALAM NOVEL AL-HAYY AL-LATINI KARYA SUHAIL IDRIS (KAJIAN SASTRA POSTKOLONIAL HOMI K. BHABHA). Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (RUANG KETIGA DALAM NOVEL AL-ḤAYY AL-LATINI KARYA SUHAIL IDRIS (KAJIAN SASTRA POSTKOLONIAL HOMI K. BHABHA))
22201012006_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version Download (4MB) | Preview |
|
|
Text (RUANG KETIGA DALAM NOVEL AL-ḤAYY AL-LATINI KARYA SUHAIL IDRIS (KAJIAN SASTRA POSTKOLONIAL HOMI K. BHABHA))
22201012006_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Riset ini bertujuan untuk mengkaji Ruang Ketiga dalam novel Al-Ḥayy Al-Lātīnī karya salah seorang novelis Lebanon, Suhail Idris. Dalam novel tersebut, Suhail Idris merepresentasikan wacana, dikotomi, dan dialektika Barat dan Timur dalam kaitannya dengan kajian postkolonial. Problematika mengenai dikotomi Barat dan Timur dalam kaitannya dengan kolonialisme tersebut masih menjadi persoalan yang marak diperbincangkan hingga saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan, yang mengkaji Ruang Ketiga dengan pendekatan postkolonial yang dicetuskan oleh Homi K. Bhabha. Berdasarkan konsepnya mengenai ruang ketiga, Bhabha mengemukakan adanya third space (ruang ketiga) antara subjek penjajah/ras kulit putih/Barat dengan subjek terjajah/ras kulit hitam/ Timur. Dalam ruang ketiga tersebut terjadi interaksi antara kedua subjek tersebut hingga menghasilkan perubahan budaya yang terus menerus. Berdasarkan analisis terhadap teks novel, terdapat wacana antara Barat dan Timur yang saling bertentangan. Wacana tersebut menunjukkan Barat yang modern, materialis, dan liberal, yang dipertentangkan dengan Timur yang primitif, spiritualis, dan konservatif. Kemudian melalui pembacaan dekonstruksi, ditemukan bentuk ruang ketiga dalam teks novel yang berupa hibriditas, mimikri, dan ambivalensi yang ditemukan pada perilaku para tokoh. Ruang ketiga tersebut memunculkan identitas baru yang dihasilkan oleh percampuran budaya, yaitu manusia kulit hitam yang berperilaku sebagaimana perilaku manusia kulit putih. Bentuk hibriditas yang ditemukan dalam novel yaitu persilangan budaya dalam aspek pendidikan, ideologi, gaya hidup, bahasa, sastra, dan seni musik. Mimikri ditemukan dalam peniruan yang dilakukan para tokoh dalam aspek gaya hidup, pakaian, bahasa dan sastra, dan seni. Sedangkan bentuk ambivalensi ditemukan dalam sikap para tokoh yang menerima, sekaligus menolak budaya Barat secara bersamaan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Dr. Moh. Wakhid Hidayat, S.S., M.A. |
| Uncontrolled Keywords: | Ruang Ketiga, Hibriditas, Mimikri, Ambivalensi, Post-Kolonialisme |
| Subjects: | 800 Sastra (Literature) > 890 Sastra Lain-lain > 892.7309 Analisis - Kesusastraan Arab |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Bahasa dan Sastra Arab (S2) |
| Depositing User: | Muh Khabib, SIP. |
| Date Deposited: | 13 Jan 2026 09:47 |
| Last Modified: | 13 Jan 2026 09:47 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75132 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
