LIFE HISTORY PEREMPUAN PENYINTAS 1965: SENI PERLAWANAN TERHADAP MITOS SEKSUALITAS DAN IDENTITAS KEAGAMAAN

Alhilyatuz Zakiyah Fillaily, SH., NIM.: 21200011120 (2025) LIFE HISTORY PEREMPUAN PENYINTAS 1965: SENI PERLAWANAN TERHADAP MITOS SEKSUALITAS DAN IDENTITAS KEAGAMAAN. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (LIFE HISTORY PEREMPUAN PENYINTAS 1965: SENI PERLAWANAN TERHADAP MITOS SEKSUALITAS DAN IDENTITAS KEAGAMAAN)
21200011120_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (LIFE HISTORY PEREMPUAN PENYINTAS 1965: SENI PERLAWANAN TERHADAP MITOS SEKSUALITAS DAN IDENTITAS KEAGAMAAN)
21200011120_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menegaskan pentingnya mengangkat cerita perjuangan perempuan penyintas 1965 yang masih tersembunyi. Oleh karena itu penulisan ini dinarasikan untuk menggali tiga pokok pembahasan sebagai berikut, yaitu; pertama, tutur ingatan kejahatan kemanusiaan 1965 versi perempuan penyintas 1965. Kedua, proses menghadapi kekerasan berbasis gender dan ketiga, tentang pengalaman spiritualitas perempuan penyintas 1965. Pendekatan kualitatif dengan penelitian lapangan (field research) digunakan dalam penelitian ini. Sedangkan penulisannya menggunakan teknik penulisan deskriptif-analitis. Data kualitatif dianalisis dengan teori sexual politics Kate Millet dan Politik memori (politics of memory) Paul Ricoeur, untuk memahami bagaimana pengalaman perempuan penyintas 1965 bukan hanya soal represi politik, tetapi juga tentang pengendalian narasi seksualitas dan identitas keagamaan. Seni sebagai strategi perlawanan membuka kemungkinan bagi lahirnya counter-memory yang membongkar narasi hegemonik, merebut kembali agensi perempuan, dan menginterupsi reproduksi patriarki. Dalam kerangka Millett, seni tersebut adalah praktik sexual politics yang membalikkan relasi kuasa: tubuh dan identitas yang dahulu digunakan untuk menundukkan, kini menjadi sumber perlawanan dan pembebasan. Penelitian ini dilakukan di wilayah Jawa Tengah melingkupi kabupaten Pati dan di Yogyakarta yang melingkupi kabupaten Sleman. Jawa Tengah dipilih karena sebagai basis lahirnya gerakan kiri di Indonesia, sedangkan Yogyakarta secara geografis berdekatan dengan Jawa Tengah sehingga juga menjadi wilayah basis suburnya gerakan kiri dan terdapat komunitas perempuan penyintas 1965 yang aktif sampai saat ini. Berdasarkan temuan dan analisis data menyimpulkan hasil penelitian ini sebagai berikut; pertama, perempuan penyintas 1965 tidak pernah melakukan apa yang selama ini dituduhkan terhadap mereka yaitu sebagai pelaku pembunuhan jenderal dan pelacur saat peristiwa kejahatan kemanusiaan 1965, tetapi mereka harus menanggung dampak lintas generasi sampai sekarang. Kedua, sebagian besar perempuan penyintas 1965 mengalami kekerasan berbasis gender dan memberi pengakuan bahwa tuduhan pelacur hanya untuk melemahkan gerakan perempuan. Saat ini mereka bertahan dengan kekuatan kolektif dengan membentuk kelompok korban yang rutin melakukan pertemuan. Ketiga, konsep spiritualitas yang diyakini bahwa mereka percaya adanya Tuhan dan menjalankan kepatuhan dalam beragama sesuai ajaran yang dianut. Kata Kunci: perempuan penyintas 1965, kejahatan kemanusiaan 1965, sexual politics, spiritualitas.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Supervisor: Dr. Dewi Candraningrum, M.A.
Uncontrolled Keywords: perempuan penyintas 1965, kejahatan kemanusiaan 1965, sexual politics, spiritualitas.
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 300 Ilmu-Ilmu Sosial > 305.3 Gender
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Interdisciplinary Islamic Studies > Islam dan Kajian Gender
Depositing User: S.Sos Sofwan Sofwan
Date Deposited: 14 Jan 2026 11:01
Last Modified: 14 Jan 2026 11:01
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75161

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum