KEBAHAGIAAN SPIRITUAL PARA FRATER WISMA SKOLASTIKAT CLARETIAN YOGYAKARTA

Khusnatul Qomara, NIM.: 22105020066 (2025) KEBAHAGIAAN SPIRITUAL PARA FRATER WISMA SKOLASTIKAT CLARETIAN YOGYAKARTA. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (KEBAHAGIAAN SPIRITUAL PARA FRATER WISMA SKOLASTIKAT CLARETIAN YOGYAKARTA)
22105020066_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (KEBAHAGIAAN SPIRITUAL PARA FRATER WISMA SKOLASTIKAT CLARETIAN YOGYAKARTA)
22105020066_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan psikologi religius. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori Spiritual Quotient (SQ) yang menekankan tiga dimensi utama, yaitu cinta, doa, dan kebajikan, sebagai dasar terbentuknya kebahagiaan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebahagiaan yang di alami para frater Wisma Skolastikat Claretian Yogyakarta adalah kebahagiaan yang tercermin dalam kesadaran mereka akan makna panggilan hidup, sukacita batin yang stabil, berakar pada relasi mendalam dengan Tuhan, dan diwujudkan melalui tindakan kasih dalam rutinitas sederhana seperti doa, pelayanan, dan kebersamaan komunal. Kebahagiaan spiritual frater merupakan proses dinamis yang mengintegrasikan nilai-nilai kaul (kemiskinan, ketaatan, selibat) dengan pilar Spiritual Quotient (cinta, doa, kebajikan), menghasilkan wawasan baru bahwa kebahagiaan sejati tidak bergantung pada kebebasan eksternal, melainkan pada kesetiaan terhadap panggilan Ilahi di tengah keterbatasan biara yang eksklusif. Secara keseluruhan, kebahagiaan spiritual para frater terbentuk melalui integrasi antara pengalaman religius dan sosial yang hidup di dalam komunitas. Temuan ini memperlihatkan bahwa kebahagiaan spiritual bukan sekadar kondisi emosional, melainkan proses dinamis yang menumbuhkan kedewasaan rohani dan makna hidup dalam panggilan imamat. Aktivitas seperti merawat lingkungan, doa syukur malam hari, dan interaksi humoris sebagai ekspresi cinta, doa, dan kebajikan yang menghasilkan sukacita transenden dalam konteks biara yang tertutup. Peneliti mengidentifikasi bahwa tantangan seperti kehilangan orang tersayang atau konflik komunitas menjadi katalis pertumbuhan rohani, dengan upaya menjaga kebahagiaan melalui refleksi jurnal, doa perlindungan, dan teladan sederhana seperti mendengarkan tanpa menghakimi. Kata kunci: Kebahagiaan Spiritual, Frater, Panggilan Religius, Doa, Kebajikan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Roni Ismail, S. Th.I., M.S.I.
Uncontrolled Keywords: Kebahagiaan Spiritual, Frater, Panggilan Religius, Doa, Kebajikan
Subjects: Studi Agama Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Studi Agama Agama (S1)
Depositing User: S.Sos Sofwan Sofwan
Date Deposited: 15 Jan 2026 11:32
Last Modified: 15 Jan 2026 11:32
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75173

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum