TRADISI PEMBAGIAN TAKJIL DAN SEMBAKO DI BULAN RAMADHAN (STUDI LIVING HADIS DI PPMI RABINGAH PRAWOTO)

Nida Huwaidatussa’adah, NIM.: 22105050077 (2025) TRADISI PEMBAGIAN TAKJIL DAN SEMBAKO DI BULAN RAMADHAN (STUDI LIVING HADIS DI PPMI RABINGAH PRAWOTO). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (TRADISI PEMBAGIAN TAKJIL DAN SEMBAKO DI BULAN RAMADHAN (STUDI LIVING HADIS DI PPMI RABINGAH PRAWOTO))
22105050077_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA (2).pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (TRADISI PEMBAGIAN TAKJIL DAN SEMBAKO DI BULAN RAMADHAN (STUDI LIVING HADIS DI PPMI RABINGAH PRAWOTO))
22105050077_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR (1).pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (7MB) | Request a copy

Abstract

Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan living hadis dan teori Tindakan Sosial Max Weber sebagai pisau analisis. Teori ini digunakan untuk menjelaskan orientasi subjektif para pelaku tradisi, baik dalam bentuk tindakan tradisional, afektif, rasional nilai, maupun rasional instrumental. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengasuh, musyrifah, santri, dan masyarakat sekitar, serta dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan tradisi berbagi takjil dan sembako di PPMI Rabingah Prawoto berjalan secara sistematis, partisipatif, dan penuh nilai sosial keagamaan. Kegiatan ini dirancang melalui perencanaan, pengumpulan dana, pengemasan, hingga pendistribusian yang dilakukan secara gotong royong oleh santri, sehingga menjadi sarana pendidikan karakter, pembelajaran sosial, dan media dakwah bil hal yang mempererat hubungan pesantren dan masyarakat. Berdasarkan hasil analisis, tradisi berbagi takjil dan sembako mencerminkan empat tipe tindakan sosial dalam teori Weber: tradisional, afektif, rasional nilai, dan rasional instrumental. Dari keempatnya, tindakan rasional nilai menjadi yang paling dominan karena seluruh pelaku berorientasi pada nilai spiritual dan keinginan memperoleh ridha Allah SWT., bukan semata-mata tujuan duniawi. Santri, pengurus, dan masyarakat memahami kegiatan ini sebagai bentuk pengamalan hadis Nabi Muhammad SAW. yang menekankan pentingnya sedekah, kasih sayang, serta kepedulian terhadap sesama. Tradisi ini menunjukkan bahwa ajaran Islam melalui hadis Nabi Muhammad SAW. telah hidup dalam tindakan sosial masyarakat pesantren. Dengan demikian, tradisi berbagi takjil dan sembako di PPMI Rabingah Prawoto merupakan wujud nyata living hadis yang menyatukan dimensi teologis, sosiologis, dan edukatif, serta menjadi bukti konkret bahwa ajaran Islam dapat bertransformasi menjadi gerakan sosial yang menumbuhkan solidaritas, memperkuat ukhuwah, dan menghubungkan nilai agama dengan kehidupan sosial secara nyata. Kata Kunci: Living Hadis, Tradisi Berbagi Takjil dan Sembako, Nilai Sosial Keagamaan, Pondok Pesantren, Max Weber.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Dr. Mahatva Yoga Adi Pratama, M. Sos
Uncontrolled Keywords: Living Hadis, Tradisi Berbagi Takjil dan Sembako, Nilai Sosial Keagamaan, Pondok Pesantren, Max Weber.
Subjects: 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.21 Ilmu Hadis
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Hadis (S1)
Depositing User: S.Sos Sofwan Sofwan
Date Deposited: 15 Jan 2026 14:54
Last Modified: 15 Jan 2026 14:54
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75179

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum