Dio Ferdian Saputra, NIM.: 22105040083 (2025) HIPERREALITAS KESALEHAN KREATOR MUSLIMAH DI TIKTOK DALAM KONTEN DAILY VLOG. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (HIPERREALITAS KESALEHAN KREATOR MUSLIMAH DI TIKTOK DALAM KONTEN DAILY VLOG)
22105040083_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version Download (8MB) | Preview |
|
|
Text (HIPERREALITAS KESALEHAN KREATOR MUSLIMAH DI TIKTOK DALAM KONTEN DAILY VLOG)
22105040083_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (7MB) | Request a copy |
Abstract
TikTok sudah menjadi media baru bagi muslim dan muslimah dalam mengekspresikan keagamaan. Salah satunya konten dengan genre daily vlog, banyak kreator muslimah menggunakannya untuk mengekspresikan kesalehan dan membagikan pengalaman spiritualnya. Namun dalam konten daily vlog, kreator menggunakan atribut islami dan praktik ritual agama secara estetis, proporsional, dan presisi guna meningkatkan engagement dalam TikTok serta membangun citra branding sebagai muslimah saleh. Sehingga, fenomena representasi dan estetisasi kesalehan, perlu dilakukan kajian secara mendalam. Guna mengetahui dan mengungkap kesalehan yang ada dalam budaya digital terkhusus TikTok pada konten daily vlog. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan netnografi. Sumber data diperoleh melalui video TikTok, tagar, caption, komentar, pola interaksi, dan wawancara kreator muslimah, serta literatur pendukung berupa buku, jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data menggunakan analisis tematik dengan memahami data, koding data dan membuat kesimpulan. Serta menjaga etika penelitian yang menjadi syarat wajib dari pendekatan netnografi. Analisis fenomena menggunakan teori Representasi dari Struart Hall dan Hiperrealitas dari Jean Baudrillard. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa konstruksi kesalehan dilakukan melalui dua unsur yakni, representasi dan strategi optimalisasi algoritma. Representasi dilakukan melalui penataan aktivitas kesalehan, menyeleksi pengalaman spiritual, serta penggunaan tandak ikonik dan indeks, seperti ekspresi ritual keagamaan, atribut keislaman, caption, backsound, dan tagar. Penelitian juga menemukan, bahwa estetisasi kesalehan yang dilakukan kreator dapat menjadikan hiperrealitas kesalehan. Kesalehan dalam konten daily vlog kehilangan referensi aslinya dan membuat tekanan sosial kepada kreator. Selanjutnya, branding kesalehan menjadi aset yang dapat dikomodifikasi menjadi nilai ekonomi bagi kreator, sehingga kreator harus secara terus menerus memproduksi kesalehan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Nur Afni Khafsoh, M. Sos. |
| Uncontrolled Keywords: | Kesalehan Digital, Daily Vlog TikTok, Representasi Keagamaan |
| Subjects: | 300 Ilmu Sosial > 300 Ilmu-Ilmu Sosial > 306.6 Sosiologi - Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Sosiologi Agama (S1) |
| Depositing User: | Muh Khabib, SIP. |
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 13:42 |
| Last Modified: | 22 Jan 2026 14:52 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75271 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
