Farid Ihza Adli Naufal, NIM.: 20103050002 (2024) PENERAPAN NILAI KAFA’AH TERHADAP PERNIKAHAN YANG DI JODOHKAN (STUDI PENDAPAT WALI MEMPELAI PEREMPUAN DI DESA KEBONDALEM KABUPATEN BANYUWANGI). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (PENERAPAN NILAI KAFĀ’AH TERHADAP PERNIKAHAN YANG DI JODOHKAN (STUDI PENDAPAT WALI MEMPELAI PEREMPUAN DI DESA KEBONDALEM KABUPATEN BANYUWANGI))
20103050002_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (PENERAPAN NILAI KAFĀ’AH TERHADAP PERNIKAHAN YANG DI JODOHKAN (STUDI PENDAPAT WALI MEMPELAI PEREMPUAN DI DESA KEBONDALEM KABUPATEN BANYUWANGI))
20103050002_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Salah satu pertimbangan yang diajarkan oleh agama Islam saat mempersiapkan pernikahan adalah kafā’ah. Kafā’ah dalam pernikahan tidak termasuk dalam rukun perkawinan, tetapi dianggap sebagai faktor penting untuk mencapai keharmonisan dalam pernikahan. Dalam praktiknya, kafā’ah memiliki beragam kriteria yang berbedabeda, seperti implementasi nilai-nilai kafa’ah yang terjadi pada praktik perjodohan pada pernikahan di Desa Kebondalem, Kabupaten Banyuwangi. Masalah dari penelitian ini bermula dari adanya praktik perjodohan pada pernikahan di Desa Kebondalem, Kabupaten Banyuwangi. Seharusnya tidak banyak bahkan hampir tidak pernah terjadi perjodohan pada era sekarang bersamaan dengan kemajuan teknologi yang memudahkan seseorang kenal satu sama lain bahkan dengan lawan jenisnya. Akan tetapi kenyataan yang terjadi adalah masih ada prosesi perjodohan yang terjadi di Desa Kebondalem. Sehubungan dengan hal yang terjadi penulis ingin memahami perspektif normatif kafā’ah dalam agama Islam menurut wali dari calon pengantin perempuan di Desa Kebondalem, serta bagaimana penerapan praktik pernikahan perjodohan di desa tersebut. Penulis berupaya mencari jawaban dari wali calon pengantin perempuan di Desa Kebondalem yang bertanggung jawab atas perjodohan putrinya, karena perjodohan dalam pernikahan sudah menjadi hal yang jarang terjadi bahkan hampir tidak ada. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dilakukan di Desa Kebondalem dengan pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif-analitik. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, khususnya wawancara tidak terstruktur dengan wali mempelai perempuan. Analisis data dilakukan secara induktif untuk menarik kesimpulan umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik perjodohan di Desa Kebondalem bertujuan untuk memastikan keselarasan dalam nilai budaya, agama, dan sosial, yang diyakini membawa stabilitas dalam pernikahan. Faktor utama yang diperhatikan meliputi kesamaan nilai agama, nasab yang baik, dan kesetaraan dalam profesi. Konsep kafā’ah agama, nasab, dan profesi diintegrasikan untuk mencapai pernikahan harmonis sesuai prinsip maqāşid asy-syarī’ah, yaitu menjaga agama, jiwa, keturunan, dan harta. Praktik perjodohan ini mempertimbangkan nilai-nilai Islam untuk menciptakan keluarga yang stabil dan seimbang.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Yasin Baidi, S.Ag., M.Ag. |
| Uncontrolled Keywords: | perjodohan; pernikahan; kafa’ah; maqaşid asy-syari’ah. |
| Subjects: | 300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum > 346.01 Hukum Keluarga - Hukum Pernikahan |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam (S1) |
| Depositing User: | Muchti Nurhidaya [muchti.nurhidaya@uin-suka.ac.id] |
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 14:21 |
| Last Modified: | 28 Jan 2026 14:31 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75303 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
