Aisya Rahma Nabilah, NIM.: 20105050017 (2026) METODE PENULISAN HADIS DI MAGHRIB: STUDI KITAB HADIS ASYRATH AS-SAAH WA DZIHAB AL-AKHYAR WA BAQA AL-ASYRAR KARYA ABDUL MALIK BIN HABIB. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (METODE PENULISAN HADIS DI MAGHRIB: STUDI KITAB HADIS ASYRATH AS-SAAH WA DZIHAB AL-AKHYAR WA BAQA AL-ASYRAR KARYA ABDUL MALIK BIN HABIB)
20105050017_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version Download (8MB) | Preview |
|
|
Text (METODE PENULISAN HADIS DI MAGHRIB: STUDI KITAB HADIS ASYRATH AS-SAAH WA DZIHAB AL-AKHYAR WA BAQA AL-ASYRAR KARYA ABDUL MALIK BIN HABIB)
20105050017_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (9MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini beranjak dari keunikan tradisi intelektual Islam di wilayah Maghrib dan Andalusia yang memiliki dinamika transmisi serta kodifikasi hadis yang berbeda secara signifikan dengan tradisi Masyriq. Pada abad ke-3 Hijriah, wilayah Barat Islam mengalami fase krusial dalam pembentukan otoritas keagamaan, di mana hadis mulai digunakan tidak hanya sebagai sumber hukum, tetapi juga sebagai instrumen legitimasi sosial dan teologis melalui literatur eskatologis. Salah satu figur sentral dalam periode ini adalah Abdul Malik bin Habib (w. 238 H), seorang ulama Mazhab Maliki di Andalusia yang memiliki pengaruh luas namun sering kali memicu perdebatan di kalangan kritikus hadis karena gaya transmisinya yang khas. Karyanya yaitu kitab Asyrāth as-Sāʽah Wa Dzihāb al-Akhyār Wa Baqā al-Asyrār, merupakan salah satu prototipe awal literatur eskatologis di wilayah tersebut yang merekam kecemasan sosial melalui narasi tanda-tanda kiamat, namun metodologi penulisan dan pola kodifikasi hadis di dalamnya masih jarang mendapatkan perhatian serius dalam diskursus akademik modern. Masalah utama dalam penelitian ini terletak pada ambiguitas epistemologis terkait cara Abdul malik bin Habib melakukan seleksi riwayat serta pola penyambungan sanad yang cenderung longgar dibandingkan standar ulama hadis di Timur. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membedah secara komprehensif metodologi penulisan, sistematika penyusunan, serta karakteristik unik hadis yang dikumpulkan oleh Abdul malik bin Habib. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka (library research) melalui pendekatan deskriptif-analitis, penelitian ini menemukan bahwa Abdul Malik bin Habib menerapkan metode penulisan tematis-naratif yang menyusun hadis berdasarkan kronologi peristiwa kiamat. Hasil penelitian menunjukkan adanya kecenderungan tasāmuh (longgar) dalam penerimaan riwayat eskatologis, yang ditandai dengan dominasi hadis dho’if serta ketergantungan kuat pada otoritas ulama Madinah dan Mesir seperti Ibn Wahab. Metodologi ini menunjukkan bahwa bagi Abdul malik bin Habib, hadis berfungsi sebagai medium pengajaran moral dan asketisme (zuhud) yang diintegrasikan ke dalam kerangka fikih Maliki guna merespons dinamika sosial-politik di Andalusia pada masanya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Dr. Muhammad Akmaluddin, M.S.I. |
| Uncontrolled Keywords: | Abdul Malik Bin Habib, Asyraṭus Sa’ah, Metodologi Penulisan, Maghrib-Andalusia, Eskatologi |
| Subjects: | 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.125 Hadis |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Hadis (S1) |
| Depositing User: | Muh Khabib, SIP. |
| Date Deposited: | 11 Feb 2026 14:22 |
| Last Modified: | 11 Feb 2026 14:22 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75544 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
