KISAH PENYEMBELIHAN PUTRA NABI IBRAHIM DALAM TAFSIR AL-THABARI DAN TAFSIR IBNU ‘ATHIYYAH (KAJIAN INTERTEKSTUALITAS)

Kamaluddin, NIM.: 23205031062 (2025) KISAH PENYEMBELIHAN PUTRA NABI IBRAHIM DALAM TAFSIR AL-THABARI DAN TAFSIR IBNU ‘ATHIYYAH (KAJIAN INTERTEKSTUALITAS). Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (KISAH PENYEMBELIHAN PUTRA NABI IBRAHIM DALAM TAFSIR AL-THABARI DAN TAFSIR IBNU ‘ATHIYYAH (KAJIAN INTERTEKSTUALITAS))
23205031062_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (KISAH PENYEMBELIHAN PUTRA NABI IBRAHIM DALAM TAFSIR AL-THABARI DAN TAFSIR IBNU ‘ATHIYYAH (KAJIAN INTERTEKSTUALITAS))
23205031062_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Narasi teks pada Q.S. al-Shaffāt ayat 100-110 tentang kisah penyembelihan putra Nabi Ibrahim tidak menyebutkan secara jelas siapa sosok yang disembelih. Kalangan mufassir memiliki perbedaan pendapat mengenai sosok putra Nabi Ibrahim yang disembelih. Ada yang menyebut Ismail dan sebagian lain mengatakan bahwa Ishaq-lah yang disembelih. Al-Thabari yang merupakan seorang mufassir yang lahir pada awal abad ke-dua H. mendukung pendapat yang kedua yang paling mendekati kebenaran. Sedangkan Ibnu ‘Athiyyah yang muncul belakangan pada abad ke-empat H. yang mengatakan pada muqaddimah tafsir bahwa ia merujuk pada tafsir al-Thabari sebagai sumber penafsirannya, tidak menyebutkan pendapat pribadinya mengenai siapa putra Nabi Ibrahim yang disembelih. Ia hanya menjelaskan dengan mengutip riwayat dari dua kubu yang mendukung Ishaq atau Ismail yang disembelih. berdasarkan hal tersebut, kajian untuk mengetahui kemungkinan adanya irisan dan bentuk-bentuk keterpengaruhan pada kedua kitab tafsir menarik dilakukan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan data primernya yaitu tafsir Jāmi’ al-Bayān ‘an Ta’wīl ay al-Qur’ān karya al- Thabari dan tafsir al-Muharrar al-Wajīz fi Tafsīr al-Kitāb al-‘Azīz karya Ibnu ‘Athiyyah. Sedangkan sumber data sekunder yaitu menggunakan kitab-kitab tafsir dan literatur lain seperti artikel dan buku yang relevan dengan tema penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk intertekstualitas pada kisah penyembelihan putra Nabi Ibrahim dalam tafsir al-Thabari dan tafsir Ibnu ‘Athiyyah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-analitis. Penelitian ini akan berpijak pada pendekatan teori intertekstualitas yang digagas oleh Julia Kristeva. Intertekstualitas menjadi pisau analisis yang tepat terhadap sebuah hasil penafsiran yang diduga dipengaruhi oleh literatur ulama sebelumnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam teks penafsiran Q.S. al-Shaffāt ayat 100-110 tentang kisah penyembelihan putra Nabi Ibrahim dalam tafsir Ibnu ‘Athiyyah memiliki irisan dengan teks penafsiran pada tafsir al-Thabari. Ini dibuktikan dengan ditemukannya tiga bentuk intertekstualitas yaitu ekspansi, haplologi, dan konversi. Dari ketiga bentuk intertekstualitas tersebut, bentuk haplologi lebih dominan dibandingkan dengan dua bentuk lainnya karena Ibnu ‘Athiyyah lebih banyak menafsirkan dengan cara yang sederhana dan ringkas dibandingkan dengan penafsiran al-Thabari yang lebih panjang. Ini juga dipengaruhi oleh perbedaan bentuk penyajian riwayat yang digunakan sebagai sumber penafsiran. Ibnu ‘Athiyyah juga cenderung menyebutkan riwayat tanpa menyebutkan sanad dan langsung menyebutkan sahabat yang meriwayatkan hadits tersebut. Sedangkan al-Thabari menyebutkan riwayat secara lengkap serta ditambah dengan argumen pribadinya. Penggunaan riwayat sebagai sumber penafsiran pada kedua kitab tafsir ini mempengaruhi pendapat pribadi kedua mufassir menganai sosok putra Nabi Ibrahim yang disembelih. Dari keseluruhan analisis yang dilakukan pada ayat tentang kisah penyembelihan Putra Nabi Ibrahim, xii tampak bahwa relasi intertekstual antara penafsiran al-Thabari dan Ibnu ‘Athiyyah bersifat kompleks dan dinamis. Ibnu ‘Athiyyah tidak hanya mereduksi isi tafsir al- Thabari melalui haplologi, tetapi juga pada titik tertentu memperluas cakupan penafsirannya. Adanya bentuk ekspansi juga membuktikan bahwa Ibnu ‘Athiyyah bukan sekadar mufasir yang memadatkan tradisi sebelumnya, melainkan juga kreator makna baru yang menambah perspektif berbeda terhadap kisah penyembelihan putra Nabi Ibrahim. Kata Kunci : Al-Shaffāt ayat 100-110, Tafsir al-Thabari, Tafsir Ibnu ‘Athiyyah.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Supervisor: Dr. Adib Sofia, S.S., M.Hum
Uncontrolled Keywords: Al-Shaffat ayat 100-110, Tafsir al-Thabari, Tafsir Ibnu ‘Athiyyah
Subjects: Ilmu Alqur’an dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur'an dan Tafsir (S2)
Depositing User: S.Sos Sofwan Sofwan
Date Deposited: 11 Feb 2026 15:06
Last Modified: 11 Feb 2026 15:06
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75549

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum