MEMERDEKAKAN BUDAK SEBAGAI SALAH SATU BENTUK KAFARAT DALAM TAFSIR AL-AZHAR (ANALISIS WACANA KRITIS TEUN A.VAN DIJK)

Sifani Hidayati, NIM.: 23205032004 (2025) MEMERDEKAKAN BUDAK SEBAGAI SALAH SATU BENTUK KAFARAT DALAM TAFSIR AL-AZHAR (ANALISIS WACANA KRITIS TEUN A.VAN DIJK). Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (MEMERDEKAKAN BUDAK SEBAGAI SALAH SATU BENTUK KAFARAT DALAM TAFSIR AL-AZHAR (ANALISIS WACANA KRITIS TEUN A.VAN DIJK))
23205032004_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (12MB) | Preview
[img] Text (MEMERDEKAKAN BUDAK SEBAGAI SALAH SATU BENTUK KAFARAT DALAM TAFSIR AL-AZHAR (ANALISIS WACANA KRITIS TEUN A.VAN DIJK))
23205032004_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (16MB) | Request a copy

Abstract

Pembebasan budak sebagai salah satu bentuk kafarat dalam Al-Qur’an merupakan tema yang memiliki dimensi hukum, moral, dan kemanusiaan. Meskipun praktik perbudakan klasik telah lama dihapuskan, nilai yang terkandung dalam perintah memerdekakan budak tetap relevan untuk membaca berbagai bentuk penindasan modern, seperti perdagangan manusia dan eksploitasi tenaga kerja. Dalam konteks ini, Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka menjadi rujukan penting karena menampilkan penafsiran yang menekankan keadilan sosial dan pemulihan martabat manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis kajian pustaka dengan sumber primer berupa ayat-ayat kafarat dan penafsiran Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk, yang mengkaji wacana melalui tiga dimensi: struktur teks, kognisi sosial penafsir, dan konteks sosial yang melingkupinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hamka tidak hanya memahami kafarat sebagai ketentuan hukum, tetapi juga sebagai instrumen etis untuk menghapus ketertindasan. Pada level teks, Hamka menempatkan memerdekakan budak sebagai pilihan utama yang sarat nilai kemanusiaan. Pada dimensi kognisi sosial, pengalaman hidup Hamka dalam masa kolonial dan perjuangan bangsa turut membentuk penekanannya pada keadilan. Sementara pada konteks sosial, Tafsir Al-Azhar menghadirkan pesan pembebasan yang relevan untuk mengkritik praktik perbudakan modern. Dengan demikian, penafsiran Hamka menawarkan pandangan progresif yang dapat menjadi pijakan etis dalam merespons persoalan kemanusiaan masa kini.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Supervisor: Dr. Afda Waiza, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Pembebasan Budak, Kafarat, Tafsir Al-Azhar
Subjects: 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur'an dan Tafsir - Studi Alqur'an (S2)
Depositing User: Muh Khabib, SIP.
Date Deposited: 12 Feb 2026 14:05
Last Modified: 12 Feb 2026 14:05
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75569

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum