HUKUM PERNIKAHAN AYAH BIOLOGIS DENGAN ANAK PEREMPUAN DI LUAR NIKAH PERSPEKTIF IMAM ABU HANIFAH DAN IMAM ASY-SYAFI`I ANALISIS HERMENEUTIKA

Riri Ramadhani, NIM.: 20103060065 (2025) HUKUM PERNIKAHAN AYAH BIOLOGIS DENGAN ANAK PEREMPUAN DI LUAR NIKAH PERSPEKTIF IMAM ABU HANIFAH DAN IMAM ASY-SYAFI`I ANALISIS HERMENEUTIKA. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img] Text (HUKUM PERNIKAHAN AYAH BIOLOGIS DENGAN ANAK PEREMPUAN DI LUAR NIKAH PERSPEKTIF IMĀM ABŪ ḤANĪFAH DAN IMĀM ASY-SYĀFI`Ī ANALISIS HERMENEUTIKA)
20103060065_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (HUKUM PERNIKAHAN AYAH BIOLOGIS DENGAN ANAK PEREMPUAN DI LUAR NIKAH PERSPEKTIF IMĀM ABŪ ḤANĪFAH DAN IMĀM ASY-SYĀFI`Ī ANALISIS HERMENEUTIKA)
20103060065_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pada persoalan hukum pernikahan, khususnya terkait boleh tidaknya anak perempuan menikah dengan ayah biologisnya. Persoalan ini menimbulkan perdebatan antara dua tokoh `Ulama‘ fikih, yaitu Imām Abū Ḥanīfah dan Imām Asy-Syāfi`ī. Perspektif Imām Abū Ḥanīfah mengharamkan pernikahan ayah biologis dengan anak perempuan yang lahir dari hasil hubungan zina. Sebaliknya, Imām Asy-Syāfi`ī membolehkan pernikahan tersebut dengan alasan anak zina tidak memiliki nasab syar`i kepada ayah biologisnya. Penulis merumuskan pokok permasalahan utama yaitu: Pertama, bagaimana penafsiran Imām Abū Ḥanīfah dan Imām Asy-Syāfi`ī terkait kata banātukum dalam QS. An-Nisā’ (4): 22-23. Kedua, bagaimana pengaplikasian analisis hermeneutika double movement Fazlur Rahman dalam menafsirkan QS. An-Nisa (4): 22-23 terkait hukum pernikahan ayah biologis dengan anak perempuan di luar nikah. Metode penelitian ini adalah library research dengan pendekatan deskriptif analitik komparatif. Data primer diperoleh dari kitab-kitab karya Imām Abū Ḥanīfah Badāi’u Aṣ-Ṣanā’i fī Tartīb Asy-Syarā`ī, dan kitab Imām Asy-Syāfi`ī berjudul Al Umm dan kitab Tafsīr Imām Syāfi`ī. Serta data sekunder diambil dari berbagai artikel, jurnal, dan literatur ilmiah lainnya. Sebagai metode analisis data penulis menggunakan pendekatan teori hermeneutika double movement Fazlur Raḥman. Melalui pendekatan ini penulis dapat mengetahui dengan jelas jawaban dari kedua rumusan masalah yaitu bagaimana penafsiran Imām Abū Ḥanīfah dan Imām Asy-Syāfi`ī terkait kata banātukum dalam QS. An-Nisā’ (4): 22-23, dan bagaimana pengaplikasian analisis hermeneutika double movement Fazlur Rahman dalam menafsirkan QS. An-Nisa (4): 22-23 terkait hukum pernikahan ayah biologis dengan anak perempuan di luar nikah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imām Abū Ḥanīfah dan Imām Asy-Syāfi`ī berbeda dalam menafsirkan kata banātukum pada QS. An-Nisā’ ayat 23. Imām Abū Ḥanīfah menekankan aspek bahasa dan hubungan biologis, sehingga anak perempuan hasil zina tetap dianggap anak biologis ayahnya dan pernikahan dengan ayah tersebut haram mutlak. Sebaliknya, Imām Asy-Syāfi`ī menitikberatkan hukum syar’i dan validitas nasab, sehingga anak zina tidak diakui memiliki nasab kepada ayah biologisnya, dan pernikahan dengan ayah zinanya dianggap sah. Maka penulis berpendapat dalam pemikiran Imām Abū Ḥanīfah, nilai utama adalah hifzun nafs (menjaga jiwa) yang mencakup perlindungan psikologis, kehormatan, dan nyawa, terutama untuk mencegah dampak negatif seperti bunuh diri atau kekerasan dalam hubungan. Sedangkan Imām Asy-Syāfi‘ī menekankan hifzud din (menjaga agama), dengan fokus pada perlindungan akad nikah sebagai dasar terbentuknya anak dan menjaga kesucian pernikahan. Keduanya sama-sama menghormati perempuan, Imām Abū Ḥanīfah menjaga marwah perempuan setelah terjadinya zina, sementara Imām Asy-Syāfi‘ī melindungi marwah perempuan sebelum zina terjadi. Kemudian penulis menemukan bahwa `Ulama‘ kontemporer sepakat perzinaan bukan dasar terbentuknya hubungan nasab, sehingga anak zina tidak dapat dikaitkan dengan nasab ayah biologisnya meski secara biologis berasal dari benih ayah tersebut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Nurdhin Baroroh, S.H.I, M.S.I.
Uncontrolled Keywords: pernikahan ayah biologis; anak perempuan di luar nikah
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum > 346.01 Hukum Keluarga - Hukum Pernikahan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzab (S1)
Depositing User: Muchti Nurhidaya [muchti.nurhidaya@uin-suka.ac.id]
Date Deposited: 19 Feb 2026 14:28
Last Modified: 19 Feb 2026 14:28
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75638

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum