Syamraeni, NIM.: 23202032001 (2025) AKSESIBILITAS MASJID AGUNG BAGI DIFABEL DI KABUPATEN ENREKANG: ANALISIS PERSEPSI TAKMIR, DAN KENDALA IMPLEMENTASI NILAI-NILAI INKLUSIF. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (AKSESIBILITAS MASJID AGUNG BAGI DIFABEL DI KABUPATEN ENREKANG: ANALISIS PERSEPSI TAKMIR, DAN KENDALA IMPLEMENTASI NILAI-NILAI INKLUSIF)
23202032001_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (AKSESIBILITAS MASJID AGUNG BAGI DIFABEL DI KABUPATEN ENREKANG: ANALISIS PERSEPSI TAKMIR, DAN KENDALA IMPLEMENTASI NILAI-NILAI INKLUSIF)
23202032001_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Masjid sebagai ruang publik dan pusat keagamaan seharusnya menjadi tempat yang menjamin akses setara bagi seluruh jamaah, termasuk difabel. Namun, realitas menunjukkan bahwa Masjid Agung Enrekang sebagai ikon religius di tingkat kabupaten masih menyisakan hambatan serius. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan paradigma konstruktivisme ini menganalisis tiga aspek utama: kondisi aksesibilitas fisik, persepsi takmir, dan kendala implementasi nilai-nilai inklusif, dengan melibatkan takmir masjid, pemerintah daerah, dan komunitas difabel sebagai informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara idealitas normatif dan realitas empiris. Secara fisik, masjid belum memenuhi standar aksesibilitas minimal. Hambatan arsitektur meliputi akses masuk berupa tangga curam tanpa ramp yang memadai, toilet dan tempat wudu yang tidak aksesibel, tidak adanya guiding block, serta area salat dan parkir yang tidak dirancang untuk kemandirian difabel. Fasilitas yang ada, seperti jalur landai, tidak memenuhi standar teknis dan justru berpotensi membahayakan. Pada tingkat persepsi, konstruksi sosial takmir bersifat eksklusif, didominasi paradigma medis-tradisional yang memandang difabel sebagai "kurang mampu", serta orientasi estetika yang mengutamakan kemegahan bangunan. Pola pikir demand-driven dan konservatif menempatkan inklusif sebagai kebutuhan sekunder, bukan hak dasar. Temuan kritis menunjukkan istilah "inklusif" masih terdengar awam, menghambat pemahaman konseptual dan komitmen terhadap aksesibilitas setara. Kendala implementasi bersifat multidimensi: komunikasi lemah dengan partisipasi tokenism pada difabel, alokasi sumber daya finansial yang tidak berorientasi inklusi, disposisi pelaksana dengan mindset konservatif dan defisit literasi, serta struktur birokrasi yang fragmentatif dan rigid. Tesis ini menegaskan perlunya transformasi paradigma pengelola masjid dari pendekatan karitatif menuju rights-based approach, disertai peningkatan literasi inklusif dan penerapan standar aksesibilitas sebagai fondasi realisasi universal design.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Suharto, M.A., Ph.D |
| Uncontrolled Keywords: | aksesibilitas; difabel; inklusivitas; persepsi takmir; kendala implementasi; Masjid Agung Enrekang |
| Subjects: | 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.351 Masjid, Tempat Ibadah 300 Ilmu Sosial > 360 Permasalahan dan Kesejahteraan Sosial > 361.1 Permasalahan Sosial, Masalah Sosial |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Magister Pengembangan Masyarakat Islam (S2) |
| Depositing User: | Muchti Nurhidaya [muchti.nurhidaya@uin-suka.ac.id] |
| Date Deposited: | 23 Feb 2026 10:50 |
| Last Modified: | 23 Feb 2026 10:50 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75659 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
