STIGMATISASI BERBASIS OLFAKTORI TERHADAP MUSLIMAH SYAR’I DI TWITTER

Dennis Mutiara, NIM.: 23200011069 (2025) STIGMATISASI BERBASIS OLFAKTORI TERHADAP MUSLIMAH SYAR’I DI TWITTER. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img] Text (STIGMATISASI BERBASIS OLFAKTORI TERHADAP MUSLIMAH SYAR’I DI TWITTER)
23200011069_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (813kB)
[img] Text (STIGMATISASI BERBASIS OLFAKTORI TERHADAP MUSLIMAH SYAR’I DI TWITTER)
23200011069_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered users only

Download (388kB) | Request a copy

Abstract

Berdasarkan kacamata sosial, aroma memiliki posisi integral dalam konstruksi peradaban. Dalam hal ini, masyarakat cenderung sensitif dengan beberapa jenis aroma menusuk dan mengganggu yang dirangkum dalam kata bau. Meski tidak terinstitusi, bau menjadi alat klasifikasi simbolik yang nyata. Sifatnya yang abstrak turut mengukuhkan posisinya melewati batas ruang dan waktu, bahkan di ruang digital sekalipun seperti Twitter (X). Dalam ruang tersebut, beredar narasi stigmatis yang merujuk pada muslimah syar’i dengan sebutan ukhti dan posisi Muslimah syar’I dalam berbagai narasi disebut sebagai pembawa bau. Potret peristiwa ini memang bukan hal baru, tapi pesebarannya hingga ruang digital memunculkan pertanyaan berupa: (a). Bagaimana Twitter (X) menjadi medium ekspresi indrawi? (b) Mengapa pengalaman indrawi seperti bau yang seharusnya diverifikasi secara langsung mendapat legitimasi di ruang digital? (c) bagaimana bau menjadi instumen stigmatisasi? Merujuk pada data-data yang berhasil dikumpulkan dalam rentang satu tahun, tesis ini menunjukan bahwa sensasi indrawi yang sifatnya fisik seperti penciuman (olfaksi) dapat bertansformasi dalam ruang digital yang beroperasi secara simbolik dan diskursif yang umumnya digunakan sebagai medium ekspresi visual dan auditori. Dalam tesis ini, sensasi indrawi tersebut hadir sebagai atribut sosial yang direpresentasikan dan diekspresikan menggunakan narasi dan asosiasi kultural yang memungkinkan bau dihadirkan sebagai pengalaman bersama yang dikenali secara sosial. Validasi sensasi tersebut terjadi berdasarkan repetisi wacana, strategi bahasa, dan algoritma yang dibangun antar-pengguna sehingga stigma yang melekat berhasil dikukuhkan dengan membawa nilia sosial berupa moral, rasionalitas, hingga manifestasi kesalehan. Tesis ini juga menguatkan bahwa bau kerap berfungsi sebagai aktor yang berkontribusi pada praktik ekslusi melalui proses diskreditasi atribut sebagai mekanisme kuasa simbolik yang berperan dalam reproduksi ketimpangan sosial.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Supervisor: Dr. Ahmad Fauzi, M.S.I
Uncontrolled Keywords: ukhti; slera; olfaktori; Twitter (X); bau
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 300 Ilmu-Ilmu Sosial > 302.231 Media Digital
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Interdisciplinary Islamic Studies > Islam Nusantara
Depositing User: Muchti Nurhidaya [muchti.nurhidaya@uin-suka.ac.id]
Date Deposited: 27 Feb 2026 13:54
Last Modified: 27 Feb 2026 13:54
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75674

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum