Zeni Ayu Ariani, NIM.: 23200011029 (2025) PENDIDIKAN SEKSUALITAS ANAK USIA DINI DALAM PERSPEKTIF GURU DAN ORANG TUA: NEGOSIASI NILAI AGAMA, BUDAYA, DAN HAK KESEHATAN REPRODUKSI DI TK PEMBINA MENDAHARA ULU JAMBI. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (PENDIDIKAN SEKSUALITAS ANAK USIA DINI DALAM PERSPEKTIF GURU DAN ORANG TUA: NEGOSIASI NILAI AGAMA, BUDAYA, DAN HAK KESEHATAN REPRODUKSI DI TK PEMBINA MENDAHARA ULU JAMBI)
23200011029_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text (PENDIDIKAN SEKSUALITAS ANAK USIA DINI DALAM PERSPEKTIF GURU DAN ORANG TUA: NEGOSIASI NILAI AGAMA, BUDAYA, DAN HAK KESEHATAN REPRODUKSI DI TK PEMBINA MENDAHARA ULU JAMBI)
23200011029_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana guru dan orang tua memaknai pendidikan seksualitas anak usia dini dalam konteks sosial budaya yang masih menempatkan seksualitas sebagai isu tabu, serta menjelaskan bagaimana prinsip Feminisme Islam dan HKSR dapat digunakan untuk membaca dan menafsirkan persepsi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi-feministik, yang berupaya memahami pengalaman dan makna yang dibentuk oleh guru serta orang tua dalam mendidik anak tentang tubuh, privasi, dan perlindungan diri. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan empat guru dan empat orang tua di TK Pembina Mendahara Ulu Jambi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman yang progresif terhadap pentingnya pendidikan seksualitas anak usia dini. Mereka memandang pendidikan ini sebagai bagian dari pendidikan moral dan sosial untuk mengenalkan tubuh, batas privasi, serta melatih keberanian anak untuk berkata ―tidak‖. Guru menggunakan pendekatan kreatif berbasis nilai keagamaan dan budaya lokal seperti lagu, cerita, dan permainan peran yang sejalan dengan prinsip HKSR: hak atas informasi, perlindungan, dan integritas tubuh. Sementara itu, sebagian besar orang tua mendukung pendidikan seksualitas sebagai bentuk proteksi anak dari kekerasan seksual, meskipun masih terdapat kekhawatiran akan ―kebablasan‖ dan rasa tabu yang kuat. Dari perspektif Feminisme Islam, guru dan ibu berperan sebagai agen moral dan spiritual yang melakukan ijtihad sosial, menafsirkan kembali nilai-nilai Islam agar lebih berkeadilan terhadap anak dan tubuh manusia. Pendidikan seksualitas di TK Pembina menjadi praktik pendidikan seksualitas berbasis nilai agama yang kontekstual, religius, dan adil gender. Meskipun masih terdapat kendala berupa ketiadaan panduan resmi dan resistensi budaya, praktik ini telah membuka ruang emansipatif bagi pendidikan anak usia dini yang berpihak pada perlindungan dan martabat manusia.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Dr. Phil. Dewi Candraningrum, M.A. |
| Uncontrolled Keywords: | feminisme;HKSR; peran keluarga; informasi seksual dan reproduksi |
| Subjects: | 300 Ilmu Sosial > 360 Permasalahan dan Kesejahteraan Sosial > 362.7 Permasalahan dan Layanan kepada Anak dan Remaja 300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan > 372.21 Pendidikan Pra Sekolah/Pendidikan Anak Usia Dini |
| Divisions: | Pascasarjana > Thesis > Interdisciplinary Islamic Studies > Islam dan Kajian Gender |
| Depositing User: | Muchti Nurhidaya [muchti.nurhidaya@uin-suka.ac.id] |
| Date Deposited: | 02 Mar 2026 12:53 |
| Last Modified: | 02 Mar 2026 12:53 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75681 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
