KONTEKSTUALISASI HADIS WARIS DALAM SISTEM MATRILINEAL (ANALISIS TEORI DOUBLEMOVEMENT FAZLUR RAHMAN)

Ivena Andrea Rizka, NIM.: 22105050076 (2025) KONTEKSTUALISASI HADIS WARIS DALAM SISTEM MATRILINEAL (ANALISIS TEORI DOUBLEMOVEMENT FAZLUR RAHMAN). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img] Text (KONTEKSTUALISASI HADIS WARIS DALAM SISTEM MATRILINEAL (ANALISIS TEORI DOUBLEMOVEMENT FAZLUR RAHMAN))
22105050076_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Updated Version

Download (3MB)
[img] Text (KONTEKSTUALISASI HADIS WARIS DALAM SISTEM MATRILINEAL (ANALISIS TEORI DOUBLEMOVEMENT FAZLUR RAHMAN))
22105050076_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengkaji kontekstualisasi hadis-hadis tentang pembagian waris antara laki-laki dan perempuan dalam kerangka sistem waris matrilineal masyarakat Minangkabau. Kajian dilakukan dengan pendekatan maʿānī al-ḥadīṡ melalui teori double movement Fazlur Rahman, yaitu memahami hadis berdasarkan konteks sosial historisnya, kemudian menarik nilai moral universalnya untuk diterapkan dalam konteks sosial yang berbeda. Hadis-hadis utama tentang waris ditelusuri melalui proses takhrij, dianalisis kualitas sanad dan matannya, serta dikaji maknanya secara kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketentuan pembagian waris dalam hadis pada masa Nabi tidak semata-mata berbasis perbedaan gender, melainkan berkaitan dengan tanggung jawab sosial-ekonomi laki-laki dalam struktur masyarakat Arab saat itu. Nilai moral universal yang dapat ditarik dari hadis tersebut adalah keadilan, perlindungan terhadap pihak rentan, dan keseimbangan sosial. Ketika nilai ini dikontekstualisasikan pada masyarakat Minangkabau yang menganut sistem matrilineal, ditemukan bahwa praktik pembagian pusaka tinggi kepada perempuan dan pusaka rendah berdasarkan faraidh tidak bertentangan dengan spirit hadis, melainkan merupakan bentuk penerapan nilai keadilan yang sesuai dengan struktur sosial masyarakat setempat. Penelitian ini menegaskan bahwa hadis waris dapat dipahami secara kontekstual tanpa kehilangan nilai normatifnya, serta menunjukkan bahwa pendekatan double movement efektif digunakan dalam memahami hadis dalam realitas sosial budaya yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketentuan pembagian waris dalam hadis tidak semata-mata didasarkan pada perbedaan gender, melainkan berkaitan dengan tanggung jawab sosial-ekonomi dalam struktur keluarga pada masa Nabi. Melalui pendekatan double movement Fazlur Rahman, makna moral universal hadis dapat dipahami sebagai prinsip keadilan, perlindungan pihak rentan, dan keseimbangan sosial. Ketika prinsip ini dikontekstualisasikan dalam sistem waris matrilineal Minangkabau, ditemukan bahwa praktik pembagian pusaka tinggi kepada perempuan dan pusaka rendah berdasarkan faraidh tidak bertentangan dengan spirit hadis, melainkan merupakan bentuk penerapan nilai keadilan yang sesuai dengan struktur sosial yang berbeda.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Asrul, M.Hum.
Uncontrolled Keywords: contextualization of hadith; inheritance; matrilineal system; double movement; Minangkabau.
Subjects: 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.21 Ilmu Hadis
300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum > 346.05 Hukum Waris, Kewarisan
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Hadis (S1)
Depositing User: Muchti Nurhidaya [muchti.nurhidaya@uin-suka.ac.id]
Date Deposited: 06 Mar 2026 11:18
Last Modified: 06 Mar 2026 11:18
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75700

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum