INDUKSI KALUS DAUN RAMBUSA (Passiflora foetida L.) DENGAN PENAMBAHAN HORMON NAA (NAPHTALENE ACETIC ACID) DAN BAP (BENZYL AMINO PURIN) SECARA IN VITRO

Izza Nur Fatimah, NIM.: 19106040008 (2026) INDUKSI KALUS DAUN RAMBUSA (Passiflora foetida L.) DENGAN PENAMBAHAN HORMON NAA (NAPHTALENE ACETIC ACID) DAN BAP (BENZYL AMINO PURIN) SECARA IN VITRO. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img] Text (INDUKSI KALUS DAUN RAMBUSA (Passiflora foetida L.) DENGAN PENAMBAHAN HORMON NAA (NAPHTALENE ACETIC ACID) DAN BAP (BENZYL AMINO PURIN) SECARA IN VITRO)
19106040008_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (2MB)
[img] Text (INDUKSI KALUS DAUN RAMBUSA (Passiflora foetida L.) DENGAN PENAMBAHAN HORMON NAA (NAPHTALENE ACETIC ACID) DAN BAP (BENZYL AMINO PURIN) SECARA IN VITRO)
19106040008_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Rambusa (Passiflora foetida L.) merupakan tumbuhan obat tradisional yang memiliki banyak khasiat. Indonesia memiliki peluang budidaya tanaman obat yang tinggi, tetapi produksinya menghadapi beberapa kendala sehingga diperlukan metode kultur jaringan. Kultur jaringan dinilai efektif karena dapat diambil dari bagian mana saja dan memungkinkan perekayasaan. Hormon yang biasa digunakan adalah BAP dan NAA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan perlakuan terbaik kombinasi hormon BAP dan NAA terhadap pertumbuhan kalus daun rambusa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Desember 2025 di Laboratorium Embriologi UIN Sunan Kalijaga. Desain penelitian menggunakan metode eksperimen RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan kombinasi BAP (0; 0,5; dan 1) dan NAA (0; 0,1; dan 0,2), terdapat 9 perlakuan dengan masing-masing 5 ulangan. Hasil penelitian yaitu kalus mampu menginduksi di 9 perlakuan termasuk kontrol. Hari muncul kalus tercepat pada hari ke-56 setelah tanam pada perlakuan A1B2 (0,5 ppm BAP dan 0,2 ppm NAA) dengan persentase pertumbuhan kalus 20%. Morfologi kalus yang dihasilkan yaitu kalus berwarna putih, kekuningan, hijau kekuningan, dan putih kehijauan. Tekstur kalus yang didapat adalah remah (friable), kompak (non-friable), dan intermediet. Waktu muncul akar paling cepat adalah A0B1 (BAP 0 mg/L dan NAA 0,1 mg/L) dan A0B2 (BAP 0 mg/L dan NAA 0,2 mg/L) pada hari ke-79 setelah tanam. Persentase eksplan berkalus tertinggi pada A2B2 (BAP 1 mg/L dan NAA 0,2 mg/L) sebesar 23,3%. Persentase kontaminasi sebesar 26,2%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kombinasi hormon BAP dan NAA pada eksplan daun rambusa memberikan pengaruh hari muncul kalus, morfologi kalus, waktu muncul akar, dan persentase eksplan berkalus.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Dr. Ika Nugraheni Ari Martiwi, S.Si., M.Si.
Uncontrolled Keywords: BAP; Daun Rambusa; Kalus; NAA; Passiflora foetida
Subjects: 500 Sains Murni > 580 Ilmu Tumbuhan
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Biologi (S1)
Depositing User: Muchti Nurhidaya [muchti.nurhidaya@uin-suka.ac.id]
Date Deposited: 11 Mar 2026 10:24
Last Modified: 11 Mar 2026 10:24
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75729

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum