H. Ahmad Baidowi, - (2025) Perspektif Tafsir Al Qur'an tentang Ekoteologi. Fikrah: Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan, 4. ISSN issn 2354-6174 eissn 2476-9649
|
Text (Perspektif Tafsir Al Qur'an tentang Ekoteologi)
Perspektif Tafsir Al Qur'an tentang Ekoteologi.pdf - Published Version Download (3MB) |
Abstract
Isu lingkungan saat ini semakin menjadi perhatian berbagai kalangan, bukan hanya kalangan pegiatberbagai kalangan, bukan hanya kalangan pegiat lingkungan sendiri, melainkan juga berbagai pihaklingkungan sendiri, melainkan juga berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap krisis lingkun-yang memiliki kepedulian terhadap krisis lingkun- gan dewasa ini. Fakta memperlihatkan bahwagan dewasa ini. Fakta memperlihatkan bahwa ekologi menjadi perhatian dari berbagai kalangan,ekologi menjadi perhatian dari berbagai kalangan, seperti pemerintah, masyarakat, pecinta alam,seperti pemerintah, masyarakat, pecinta alam, hingga para ilmuwan. Di beberapa tempat, pas-hingga para ilmuwan. Di beberapa tempat, pas- angan yang akan melangsungkan pernikahanangan yang akan melangsungkan pernikahan wajib membawa pohon untuk ditanam sebagaiwajib membawa pohon untuk ditanam sebagai bagian dari gerakan ekoteologi. Kementerianbagian dari gerakan ekoteologi. Kementerian Agama Republik Indonesia bahkan meresponsAgama Republik Indonesia bahkan merespons isu ini dengan gagasan ekoteologi. Ekoteologiisu ini dengan gagasan ekoteologi. Ekoteologi menekankan pendekatan ataupun bahasa agamamenekankan pendekatan ataupun bahasa agama dalam upaya menjaga lingkungan. Sebagaimanadalam upaya menjaga lingkungan. Sebagaimana dikemukakan Menteri Agama, Prof. Nasaruddindikemukakan Menteri Agama, Prof. Nasaruddin Umar, “Bahasa agama itu menyentuh hati. KetikaUmar, “Bahasa agama itu menyentuh hati. Ketika masyarakat memahami bahwa merusak lingkun-masyarakat memahami bahwa merusak lingkun- gan adalah dosa dan menjaga alam berpahala,gan adalah dosa dan menjaga alam berpahala, tingkat kesadaran mereka jauh lebih terpelihara.”tingkat kesadaran mereka jauh lebih terpelihara.” Berkaitan dengan hal ini, Pak Menteri menggam-Berkaitan dengan hal ini, Pak Menteri menggam- barkan agama sebagai energi besar yang harusbarkan agama sebagai energi besar yang harus diarahkan untuk menciptakan harmoni antaradiarahkan untuk menciptakan harmoni antara manusia dan alam. Alih-alih sebagai sumbermanusia dan alam. Alih-alih sebagai sumber ketakutan, agama justru menjadi perekat,ketakutan, agama justru menjadi perekat, penenang, penyemangat, sekaligus motivatorpenenang, penyemangat, sekaligus motivator untuk melakukan perbaikan lingkungan.untuk melakukan perbaikan lingkungan
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tafsir Al Qur'an, Ekoteologi |
| Subjects: | Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Bulletin |
| Depositing User: | Dra. Khusnul Khotimah, SS, M.IP - |
| Date Deposited: | 11 Mar 2026 13:30 |
| Last Modified: | 11 Mar 2026 13:30 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75740 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
