PENGARUH HORMON 2,4-D DAN BAP TERHADAP PEMBENTUKAN KALUS EMBRIOGENIK DARI EKSPLAN DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) SECARA IN VITRO

Firyal Afifah Fauziyyah, NIM.: 21106040047 (2026) PENGARUH HORMON 2,4-D DAN BAP TERHADAP PEMBENTUKAN KALUS EMBRIOGENIK DARI EKSPLAN DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) SECARA IN VITRO. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img] Text (PENGARUH HORMON 2,4-D DAN BAP TERHADAP PEMBENTUKAN KALUS EMBRIOGENIK DARI EKSPLAN DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) SECARA IN VITRO)
21106040047_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (5MB)
[img] Text (PENGARUH HORMON 2,4-D DAN BAP TERHADAP PEMBENTUKAN KALUS EMBRIOGENIK DARI EKSPLAN DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) SECARA IN VITRO)
21106040047_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (6MB)

Abstract

Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) merupakan pohon dari famili Myrtaceae yang berasal dari Kepulauan Maluku dan bernilai ekonomi tinggi karena kandungan senyawa eugenol di dalamnya. Cengkeh memiliki potensi dan manfaat yang luas di berbagai bidang sehingga kebutuhan terhadap cengkeh semakin meningkat, namun ketersediaannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hormon 2,4-D dan BAP serta menentukan konsentrasi optimalnya terhadap pembentukan kalus embriogenik pada eksplan daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) secara in vitro. Desain penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 16 kombinasi perlakuan dengan tiga kali ulangan sehingga diperoleh 48 unit percobaan. Eksplan daun muda cengkeh dikulturkan pada media Murashige and Skoog (MS) dengan penambahan berbagai konsentrasi 2,4-D (0; 0,5; 1; dan 2 mg/L) yang dikombinasikan dengan BAP (0; 0,5; 1; dan 2 mg/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan hormon 2,4-D dan BAP dalam media MS berpengaruh terhadap kecepatan pembentukan kalus pada eksplan daun cengkeh, jumlah kalus yang dihasilkan, serta morfologi kalus berupa kalus remah hingga kompak berwarna putih dan kuning. Respons eksplan berupa pelengkungan, pembengkakan, dan pembentukan kalus. Perlakuan D3P1 merupakan perlakuan paling efektif dalam mempercepat pembentukan kalus, yaitu pada 51 HST, sedangkan jumlah kalus terbanyak diperoleh pada perlakuan D1P2. Kalus yang dihasilkan memiliki potensi sebagai kalus embriogenik pada perlakuan D3P2.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Shilfiana Rahayu, S.Si., M.Sc.
Uncontrolled Keywords: Daun Cengkeh, Kalus Embriogenik, Kultur In Vitro
Subjects: 500 Sains Murni > 580 Ilmu Tumbuhan
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Biologi (S1)
Depositing User: Anik Nur Azizah
Date Deposited: 27 Mar 2026 08:26
Last Modified: 27 Mar 2026 08:26
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75843

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum