MAKNA SIMBOLIK GEREJA AYAM DALAM PERJUMPAAN ANTARUMAT BERAGAMA DI MAGELANG JAWA TENGAH

Nia Erniati, NIM.: 22105020055 (2026) MAKNA SIMBOLIK GEREJA AYAM DALAM PERJUMPAAN ANTARUMAT BERAGAMA DI MAGELANG JAWA TENGAH. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img] Text (MAKNA SIMBOLIK GEREJA AYAM DALAM PERJUMPAAN ANTARUMAT BERAGAMA DI MAGELANG JAWA TENGAH)
22105020055_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (2MB)
[img] Text (MAKNA SIMBOLIK GEREJA AYAM DALAM PERJUMPAAN ANTARUMAT BERAGAMA DI MAGELANG JAWA TENGAH)
22105020055_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Gereja Ayam atau Rumah Doa Bukit Rhema merupakan fenomena keagamaan yang tidak hanya hadir sebagai bangunan religi, tetapi juga sebagai ruang simbolik di tengah masyarakat muslim. Keberadaan Gereja Ayam menarik untuk dikaji karena sejarahnya terbentuk dari pengalaman spiritual individu pendirinya dan berkembang dalam konteks sosial masyarakat secara agama dan budaya. Permasalahan dalam penelitian ini berangkat dari makna simbol dan eksistensi Gereja Ayam yang dipahami oleh pengelola, pengunjung, dan masyarakat sekitar, serta bagaimana peran Gereja Ayam dalam perjumpaan antarumat agama yang terjadi di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis melalui penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan pengelola, staf, pengunjung, dan masyarakat setempat, serta dokumentasi. Penulis juga memperoleh akses data secara intensif melalui keterlibatan langsung di lokasi penelitian selama 2 bulan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori simbol agama Clifford Geertz, dengan konsep agama sebagai sistem simbol dan pendekatan thick description, untuk memahami makna simbolik Gereja Ayam serta perjumpaan antarumat beragama yang hidup dalam konteks sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gereja Ayam dibangun dari sebuah pengalaman spiritual Daniel Alamsyah yang kemudian berkembang menjadi ruang spiritual universal. Setiap bagian dari arsitektur bangunan memiliki makna simbolik yang menggambarkan perjalanan spiritual manusia, mulai dari refleksi diri, pemulihan, hingga kesadaran akan keberagaman. Selain itu, Gereja Ayam juga berperan aktif dalam ruang perjumpaan antarumat beragama melalui ruang doa yang bersifat universal untuk segala bangsa, kerja sama lintas agama seperti WALUBI Borobudur, serta interaksi sosial yang harmonis antara pengelola, pengunjung, dan masyarakat setempat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Khairullah Zikri, S.Ag., MA.St.Rel.
Uncontrolled Keywords: Gereja Ayam; makna simbol; dialog antar umat beragama
Subjects: 200 Agama > 201.7 Toleransi Beragama, Hubungan Antaragama, Pluralisme Agama
200 Agama > 270 Sejarah Gereja
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Studi Agama Agama (S1)
Depositing User: Muchti Nurhidaya [muchti.nurhidaya@uin-suka.ac.id]
Date Deposited: 07 Apr 2026 14:43
Last Modified: 07 Apr 2026 14:43
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75978

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum