HADIS TENTANG ZIARAH KUBUR DALAM KITAB HUJJAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH KARYA KH. ALI MAKSUM (STUDI KITAB)

Dewi Nurul Izzati, NIM.: 21105050007 (2025) HADIS TENTANG ZIARAH KUBUR DALAM KITAB HUJJAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH KARYA KH. ALI MAKSUM (STUDI KITAB). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img] Text (HADIS TENTANG ZIARAH KUBUR DALAM KITAB HUJJAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH KARYA KH. ALI MAKSUM (STUDI KITAB))
21105050007_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (10MB)
[img] Text (HADIS TENTANG ZIARAH KUBUR DALAM KITAB HUJJAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH KARYA KH. ALI MAKSUM (STUDI KITAB))
21105050007_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (14MB) | Request a copy

Abstract

Salah satu karya KH. Ali Maksum yang sangat masyhur di kalangan pondok pesantren yakni kitab Hujjah Ahlussunnah wal Jamaah. Kajian beliau dalam buku Hujjah Ahlussunnah wal Jamaah sebagai salah satu referensi yang memperlihatkan hadis bukan hanya dijadikan sebagai sumber normatif bahkan berfungsi sebagai rumusan hukum Islam yang bersifat aplikatif dan kontekstual. Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis model interkoneksi hadis dan fiqih yang digunakan KH. Ali Maksum dalam karyanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Adapun sumber primer penelitian ini adalah kitab Hujjah Ahlussunnah wal Jamaah dan sumber sekundernya berupa literatur hadis, fiqih, ushul fiqh dan penelitian terdahulu terkait metodologi interkoneksi keilmuan Islam. Analisis data yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode deskriptif-analitis yang menekankan pada pola penggunaan hadis, metode penafsiran terhadap hadis, serta hubungan antara dalil naqli dan dalil aqli dalam argumentasi KH. Ali Maksum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KH. Ali Maksum menggunakan cara menghubungkan hadis dan fiqih dengan menekankan tiga hal penting. Pertama, hadis menjadi dasar yang kuat untuk alasan fiqih, jadi setiap pendapat hukum mendapatkan keabsahan dari Sunnah Nabi. Kedua, hadis dimaknai dalam konteks yang lebih luas dengan memperhatikan prinsip-prinsip ushul fiqh, sehingga arti hadis tidak hanya dilihat dari teksnya saja, tapi juga disesuaikan dengan kondisi sosial keagamaan. Ketiga, KH. Ali Maksum memadukan antara dalil naqli (hadis) dengan dalil aqli (ijtihad) sebagai upaya memperkuat hukum Ahlussunnah wal Jamaah. Model korelasi ini menunjukkan pola pemikiran KH. Ali Maksum yang rasional, argumentatif, dan kontekstual. Dengan pendekatan ini, beliau mampu menjaga kredibilitas hadis sebagai sumber ajaran dan menjadikan fiqih tetap relevan dengan kebutuhan umat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola interkoneksi hadis dan fiqih dalam kitab Hujjah Ahlussunnah wal Jamaah merupakan kontribusi penting KH. Ali Maksum dalam memperkaya tradisi keilmuan Islam di Indonesia serta memperkuat paradigma keagamaan Ahlussunnah wal Jamaah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Dr. H. Agung Danarta, M,Ag.
Uncontrolled Keywords: Hadis, Fiqih, Interkoneksi, KH. Ali Maksum, Hujjah Ahlussunnah wal Jamaah
Subjects: 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.125 Hadis
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Hadis (S1)
Depositing User: Muh Khabib, SIP.
Date Deposited: 08 Apr 2026 11:48
Last Modified: 08 Apr 2026 11:48
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75997

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum