STRATIFIKASI SOSIAL DALAM TRADISI KESENIAN SHOLAWAT RODAT DI DUSUN KARANG KULON, WUKIRSARI, IMOGIRI, BANTUL

Ahmad Syauki Naja, NIM.: 22105020046 (2026) STRATIFIKASI SOSIAL DALAM TRADISI KESENIAN SHOLAWAT RODAT DI DUSUN KARANG KULON, WUKIRSARI, IMOGIRI, BANTUL. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img] Text (STRATIFIKASI SOSIAL DALAM TRADISI KESENIAN SHOLAWAT RODAT DI DUSUN KARANG KULON, WUKIRSARI, IMOGIRI, BANTUL)
22105020046_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Accepted Version

Download (10MB)
[img] Text (STRATIFIKASI SOSIAL DALAM TRADISI KESENIAN SHOLAWAT RODAT DI DUSUN KARANG KULON, WUKIRSARI, IMOGIRI, BANTUL)
22105020046_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (15MB) | Request a copy

Abstract

Tradisi kesenian sholawat rodat merupakan salah satu bentuk warisan kebudayaan Jawa bernuansa Islam yang hingga saat ini masih bertahan dan terus dilestarikan di Dusun Karangkulon, Wukirsari, Imogiri, Bantul. Tradisi kesenian sholawat rodat merupakan bentuk kesenian yang memadukan lantunan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW dengan iringan alat musik tradisional, seperti rebana dan jedor, serta dilengkapi dengan kehadiran para penari leyek yang menampilkan gerakan tari secara kompak dan berirama. Selain sebagai wujud ekspresi kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, tradisi kesenian sholawat rodat juga berfungsi sebagai ruang sosial bagi masyarakat untuk merefleksikan dinamika kehidupan sosial di Dusun Karangkulon. Penelitian ini mengkaji bagaimana hakikat dan makna tradisi sholawat rodat di Dusun Karangkulon, Kalurahan Wukirsari, Kacamatan Imogiri, Kabupaten Bantul dan bagaimana bentuk stratifikasi sosial yang terdapat dalam tradisi sholawat rodat di Dusun Karangkulon, Kalurahan Wukursari, Kacamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi-antropologi dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari ketua kelompok, anggota, serta masyarakat Dusun Karangkulon. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan teori stratifikasi sosial dari Pitirim A. Sorokin sebagai kerangka analisis untuk melihat pelapisan sosial yang terbentuk dalam tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya tradisi kesenian sholawat rodat di Dusun Karangkulon memiliki makna religius dan sosial sebagai wujud kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW serta sebagai sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat. Dalam tradisi ini juga terdapat stratifikasi sosial yang tersusun secara hierarkis melalui pembagian peran seperti sespuh, tokoh agama, ketua kelompok, donatur, serta anggota. Pelapisan sosial tersebut dipengaruhi oleh faktor kekuasaan, kehormatan, kemampuan ekonomi, dan pengetahuan keagamaan. Namun, stratifikasi yang terbentuk tidak menimbulkan konflik karena didukung oleh nilai gotong-royong, saling menghormati, dan religiusitas yang kuat dalam kehidupan masyarakat Dusun Karangkulon.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Drs. Rahmat Fajri, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Stratifikasi Sosial, Tradisi Budaya, Sholawat Rodat, Religiusitas
Subjects: 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.267 Islam dan Seni, Islam dan Budaya, Seni Islam, Budaya Islam
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Studi Agama Agama (S1)
Depositing User: Muh Khabib, SIP.
Date Deposited: 10 Apr 2026 10:25
Last Modified: 10 Apr 2026 10:25
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76007

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum