Lisan Risnawati, NIM.: 22105050087 (2026) KOMPARASI AKURASI PENYAJIAN DATA TAKHRIJ HADIS OLEH KECERDASAN BUATAN: ANALISIS PADA CHATGPT DAN DEEPSEEK. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (KOMPARASI AKURASI PENYAJIAN DATA TAKHRĪJ HADIS OLEH KECERDASAN BUATAN: ANALISIS PADA CHATGPT DAN DEEPSEEK)
22105050087_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version Download (11MB) | Preview |
|
|
Text (KOMPARASI AKURASI PENYAJIAN DATA TAKHRĪJ HADIS OLEH KECERDASAN BUATAN: ANALISIS PADA CHATGPT DAN DEEPSEEK)
22105050087_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (27MB) | Request a copy |
Abstract
ChatGPT dan DeepSeek merupakan teknologi kecerdasan buatan yang dapat membantu serta memberikan informasi keagamaan, khususnya pada kajian hadis. Penelitian ini berusaha membuktikan sejauh mana keakuratan teknologi kecerdasan buatan dalam menyajikan data takhrij hadis. Penelitian ini akan membandingkan data yang disajikan oleh kedua model AI dengan data yang terdapat dalam software hadis khususnya pada Maktabah Syamilah dan Jawami’ al-Kalim dengan tujuan untuk melihat tingkat keakurasian data yang disajikan oleh kedua model AI. Kemudian, hasil analisis data yang disajikan oleh ChatGPT dibandingkan dengan hasil analisi data yang disajikan oleh DeepSeek guna untuk melihat sejauh mana kemampuan antar kedua AI dalam menyajikan informasi data takhrij hadis yang akurat. Adapun delapan hadis yang diambil dari kitab Arba’in an-Nawawi untuk dijadikan sampel penelitian dengan tema yaitu hadis tentang larangan bid’ah dalam agama, agama itu nasihat, meninggalkan yang meragukan, mencintai saudara, larangan marah, berbuatlah sesukamu, kewajiban mencegah kemungkaran, dan berkata baik atau diam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ChatGPT lebih akurat dalam menyajikan data takhrij dibandingkan dengan DeepSeek. Meskipun masih terdapat kesalahan atau halusinasi dalam menyajikan sumber kitab, jalur riwayat, serta redaksi matan terutama dibeberapa tema hadis seperti berbuatlah sesukamu, kewajiban mencegah kemungkaran, dan berkata baik atau diam. Namun, kesalahan atau halusinasi ini merupakah hanyalah sebagian kecil dari seluruh data takhrij yang telah disajikan. Dari delapan tema hadis, ChatGPT bebas dari kesalahan atau halusinasi pada lima tema hadis. Berbeda dengan DeepSeek cenderung mengalami halusinasi dalam menyajikan sumber kitab, jalur riwayat, maupun redaksi matan. DeepSeek seringkali melakukan kesalahan terutama dalam menampilkan sanad hadis. Selain itu, model ini juga cenderung melakukan penyeragaman redaksi matan pada seluruh jalur riwayat yang telah disajikan. Dalam hal ini, ChatGPT memiliki potensi sebagai alat bantu dalam takhrij hadis, terutama untuk tahap eksplorasi awal, tetapi alat ini tidak bisa mengantikan kitab yang digunakan sebagai rujukan utama. Kemudian, penggunaan ChatGPT dan DeepSeek dalam takhrij hadis harus tetap dibarengi dengan melakukan verifikasi ke sumber-sumber yang otentik guna untuk memastikan keakuratan informasi yang disajikan. Hal ini juga disebabkan informasi yang disajikan oleh kedua model AI sangat bergantung pada prompt yang diberikan. Semakin rinci dan terarah prompt yang diberikan, maka semakin sesuai pula dengan hasil yang diinginkan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Achmad Dahlan, Lc., M.A. |
| Uncontrolled Keywords: | Artificial Intelligence (AI), ChatGPT, DeepSeek, Takhrij Hadis, Keotentikan Hadis |
| Subjects: | 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.125 Hadis |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Hadis (S1) |
| Depositing User: | Muh Khabib, SIP. |
| Date Deposited: | 10 Apr 2026 10:40 |
| Last Modified: | 10 Apr 2026 10:40 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76023 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
