Muhammad Fata Mushoffa, NIM.: 22105030046 (2025) ANALISIS Q.S AR-RA’D: 11 DALAM KITAB LIMAZA TAAKHKHARA AL-MUSLIMUN WA LIMAZA TAQADDAMA GAIRUHUM (STUDI KETERPENGARUHAN SEJARAH DAN PRA-PEMAHAMAN SYAKIB ARSALAN). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (ANALISIS Q.S AR-RA’D: 11 DALAM KITAB LIMAZA TAAKHKHARA AL-MUSLIMUN WA LIMAZA TAQADDAMA GAIRUHUM (STUDI KETERPENGARUHAN SEJARAH DAN PRA-PEMAHAMAN SYAKIB ARSALAN))
22105030046_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version Download (3MB) |
|
|
Text (ANALISIS Q.S AR-RA’D: 11 DALAM KITAB LIMAZA TAAKHKHARA AL-MUSLIMUN WA LIMAZA TAQADDAMA GAIRUHUM (STUDI KETERPENGARUHAN SEJARAH DAN PRA-PEMAHAMAN SYAKIB ARSALAN))
22105030046_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (6MB) | Request a copy |
Abstract
Fenomena pergeseran makna Q.S. ar-Ra’d ayat 11 dari penekanan teologis menuju motivasi perubahan sosial menjadi perhatian penting dalam wacana tafsir kontemporer, sebagaimana yang dilakukan Syakib Arsalan dalam karya fenomenalnya Lima>z\a> Taakhkhara al-Muslimu>n wa Lima>z\a> Taqaddama Gairuhum. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana horizon sejarah dan pengalaman hidup tokoh reformis modern tersebut memengaruhi perluasan makna ayat ini dari ranah nikmat-azab menjadi dorongan transformasi sosial-politik. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menjadikan kitab Lima>z\a> Taakhkhara al-Muslimu>n wa Lima>z\a> Taqaddama Gairuhum sebagai sumber primer serta berbagai tafsir klasik, pertengahan, dan modern sebagai sumber sekunder. Pendekatan hermeneutika Hans-Georg Gadamer digunakan sebagai kerangka teori, khususnya konsep Historically Effected Consciousness, Pre-understanding, dan Fusion of Horizons. Analisis dilakukan dengan menelusuri latar sosial-historis Arsalan, merekonstruksi pra-pemahaman yang membentuk orientasi intelektualnya, serta memetakan proses peleburan horizon antara teks ayat dan horizon historis sang penafsir. Tahapan ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penafsiran Arsalan berbeda dari pola tafsir tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interpretasi Arsalan terhadap penggalan ayat Innalla>ha la> yugayyiru ma> biqaumin h}atta> yugayyiru ma> bianfusihim sangat dipengaruhi oleh konteks kolonialisme Eropa, pengalaman politiknya sebagai aktivis Pan-Islamisme, serta kegelisahannya terhadap kemunduran dunia Islam. Kesadaran historis tersebut mendorongnya menggeser makna ayat dari konsep teologis “perubahan nikmat menjadi azab” menuju konsep perubahan sosial berbasis ikhtiar kolektif. Pra-pemahaman Arsalan tentang urgensi pembaruan umat berperan besar dalam membentuk penafsiran yang bersifat motivatif dan reformis. Melalui fusion of horizons, Arsalan membangun pemahaman baru bahwa ayat ini merupakan seruan bagi umat Islam untuk bangkit dari keterbelakangan melalui usaha, solidaritas, dan revitalisasi nilai-nilai Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa penafsiran Arsalan merupakan contoh nyata paradigma tafsir modern yang sarat muatan historis dan ideologis. Kata kunci: Syakib Arsalan, Hermeneutika Gadamer, Q.S ar-Ra’d: 11
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Nur Edi Prabha Susila Yahya, S.Th.I., M.Ag |
| Uncontrolled Keywords: | Syakib Arsalan, Hermeneutika Gadamer, Q.S ar-Ra’d: 11 |
| Subjects: | Ilmu Alqur’an dan Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur’an dan Tafsir (S1) |
| Depositing User: | S.Sos Sofwan Sofwan |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 14:11 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 14:11 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76080 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
