KEMATANGAN BERAGAMA JEMAAH TAREKAT QADIRIYAH WA NAQSYABANDIYAH DI PONDOK PESANTREN DARUL ‘ULUM PETERONGAN JOMBANG

Muhammad Zainul Abidin, NIM.: 20105020047 (2026) KEMATANGAN BERAGAMA JEMAAH TAREKAT QADIRIYAH WA NAQSYABANDIYAH DI PONDOK PESANTREN DARUL ‘ULUM PETERONGAN JOMBANG. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (KEMATANGAN BERAGAMA JEMAAH TAREKAT QADIRIYAH WA NAQSYABANDIYAH DI PONDOK PESANTREN DARUL ‘ULUM PETERONGAN JOMBANG)
20105020047_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (KEMATANGAN BERAGAMA JEMAAH TAREKAT QADIRIYAH WA NAQSYABANDIYAH DI PONDOK PESANTREN DARUL ‘ULUM PETERONGAN JOMBANG)
20105020047_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat kematangan beragama jamaah muda Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah di Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Peterongan Jombang, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kematangan beragama tersebut. Fenomena meningkatnya keterlibatan generasi muda dalam praktik tarekat menunjukkan adanya pencarian makna spiritual yang lebih mendalam di tengah tantangan modernitas. Keterlibatan pemuda pesantren dalam tarekat menandai pergeseran paradigma dari pemahaman intelektual menuju kedalaman spiritual melalui dzikir dan riyadhah. Di tengah arus digitalisasi, fenomena tasawuf ini menjadi penyeimbang positif dalam mengatasi krisis moral dan spiritual generasi masa kini. Melalui pendekatan psikologi agama, penelitian lapangan ini menggunakan metode kualitatif untuk mengkaji data primer. Teori kematangan beragama dari William James digunakan sebagai instrument analisis, mencakup dimensi eksistensi Tuhan, kepasrahan diri, kebahagiaan, pembebasan ego, hingga munculnya rasa cinta. Temuan Penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan beragama jemaah Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah di Pondok Pesantren Darul ‘Ulum memiliki relevansi yang kuat dengan karakteristik kematangan spiritual dalam perspektif William James. Hal ini dibuktikan melalui adanya sensibilitas serta penerimaan diri yang tulus terhadap kehendak Tuhan, munculnya afeksi kebahagiaan yang membebaskan individu dari belenggu ego, serta terciptanya perasaan cinta dan harmoni sebagai manifestasi dari kematangan emosional jemaah.. Temuan ini juga mengungkap bahwa kematangan beragama jamaah muda dipengaruhi oleh faktor spiritual seperti praktik dzikir, muhasabah, dan muraqabah yang menumbuhkan kesadaran batin. Faktor sosial seperti pengaruh komunitas jamaah dan lingkungan pesantren yang kondusif. Faktor moral-psikologis seperti keteladanan mursyid yang membentuk akhlak dan kesadaran diri. Faktor kontekstual seperti kemampuan mengintegrasikan nilai tasawuf dengan realitas modern. Kata kunci: kematangan beragama, tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, tasawuf, jamaah muda, pesantren

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Dr. Dian Nur Anna, S.Ag., M.A.
Uncontrolled Keywords: kematangan beragama, tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, tasawuf, jamaah muda, pesantren
Subjects: Studi Agama Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Studi Agama Agama (S1)
Depositing User: S.Sos Sofwan Sofwan
Date Deposited: 15 Apr 2026 11:34
Last Modified: 15 Apr 2026 11:34
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76099

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum