Afrian Yusnizar, NIM.: 18101020048 (2025) KESULTANAN SERUWAY: PEMERINTAHAN DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN ISLAM DI ACEH TAMIANG, 1865-1945 M. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (KESULTANAN SERUWAY: PEMERINTAHAN DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN ISLAM DI ACEH TAMIANG, 1865-1945 M.)
18101020048_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version Download (3MB) |
|
|
Text (KESULTANAN SERUWAY: PEMERINTAHAN DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN ISLAM DI ACEH TAMIANG, 1865-1945 M.)
18101020048_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Kesultanan Seruway merupakan salah satu kesultanan yang ada di Tamiang (1865-1945 M). Pendiri Kesultanan Seruway adalah Pocut Raja Tengoh Zainal Abidin. Pada masa pemerintahan Tengku Sulung Laot kerajaan ini beralih menjadi kesultanan. Kesultanan Seruway berperan penting dalam perkembangan wilayah Seruway karena menjadi satu-satunya kesultanan yang berdiri di wilayah Seruway. Penelitian ini menjelaskan mengenai kontribusi Kesultanan Seruway dalam perkembangan kebudayaan Islam dalam beberapa bidang yaitu, bidang tradisi keislaman, pendidikan dan seni budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan politik, dan konsep kebijakan pemerintahan dengan teori kontribusi menurut Soerjono Soekanto dan teori pemerintahan Islam menurut Ibnu Taimiyah dan konsep kebudayaan Islam dengan teori kebudayaan menurut Robert H. Lowie. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian sejarah yaitu, heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan: Pertama, Kesultanan Seruway berada di Landschap Seruway, Onderafdelling Tamiang, Geuverment Aceh en Onderhoorigheden Afdelling Oostkust Van Atjeh Timur. Tamiang merupakan salah satu wilayah di Aceh dengan penduduk mayoritas bersuku Melayu. Di Tamiang terdapat beberapa kerajaan kecil lainnya yaitu Kerajaan Benua, Kerajaan Karang, Kerajaan Sungai Iyu dan Kerajaan Bendahara. Awal berdiri Kesultanan Seruway masih berupa kerajaan tradisional yang kemudian berubah menjadi kesultanan setelah bergabung dengan Kesultanan Langkat. Kedua, Sistem pemerintahan Kesultanan Seruway adalah monarki absolut dengan sistem pemilihan raja monarchy hereditary (turun temurun). Kesultanan Seruway berdiri selama 80 tahun dengan empat masa kepemimpinan (empat raja). Kesultanan Seruway berdiri di bawah kekuasaan Kesultanan Langkat. Kesultanan Seruway menjalin hubungan diplomatik dengan kerajaan-kerajaan lainnya yang ada di Tamiang dan juga kerajaan yang berada di luar Tamiang. Kebijakan yang ditetapkan oleh Kesultanan Seruway adalah kebijakan hukum beragama yang ketat dengan dasar hukum al-Qur’an dan Hadis. Ketiga, Kontribusi Kesultanan Seruway dalam perkembangan kebudayaan Islam dalam bidang tradisi keislaman adalah tradisi tepung tawar; dalam bidang pendidikan yaitu adanya pembangunan tempat belajar/sekolah bagi masyarakat untuk menuntut ilmu agama dan juga pengetahuan umum; dan kontribusinya dalam bidang seni budaya adalah seni arsitektur Melayu dalam istana raja Seruway.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Prof. Dr. Dudung Abdurahman, M. Hum. |
| Uncontrolled Keywords: | Kesultanan Seruway, Kebudayaan Islam, Kontribusi Pemerintah |
| Subjects: | 900 Sejarah, Biografi, dan Geografi > 950 Sejarah Asia > 959.8 Sejarah Indonesia |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sejarah Kebudayaan Islam (S1) |
| Depositing User: | Muh Khabib, SIP. |
| Date Deposited: | 15 Apr 2026 12:22 |
| Last Modified: | 15 Apr 2026 12:22 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76101 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
