PENGISLAMISAN SEJARAH ISLAM DI NUSANTARA DALAM CERAMAH USTAZ SALIM A FILLAH

Ahmad Anfasul Marom, - and Muh. Ulil Absor, - and M. Yaser Arafat, - and Raisatul Mufahamah, - (2023) PENGISLAMISAN SEJARAH ISLAM DI NUSANTARA DALAM CERAMAH USTAZ SALIM A FILLAH. JURNAL SOSIOLOGI AGAMA:Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama dan Perubahan Sosial, 17 (2). pp. 279-302. ISSN ISSN: 1978-4457 (cetak) / 2548-477X (online)

[img]
Preview
Text (Surat Pernyataan)
surat-surat-pernyataan1776908993.pdf - Published Version

Download (14kB) | Preview
[img]
Preview
Text (PENGISLAMISAN SEJARAH ISLAM DI NUSANTARA DALAM CERAMAH USTAZ SALIM A FILLAH)
PENGISLAMISAN SEJARAH ISLAM DI NUSANTARA DALAM CERAMAH USTAZ SALIM A FILLAH.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
Official URL: DOI:http//dx.doi.org/10.14421/jsa.2023.172.08

Abstract

Artikel ini menganalisis ceramah seorang ustaz populer, Salim A Fillah (SAF), tentang sejarah masuknya Islam ke Nusantara yang beredar di YouTube. SAF dikenal sebagai aktivis salah satu gerakan islamisme di Indonesia, Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ceramah ceramahnya tentang berbagai tema banyak tersebar. Baik di media tulisan maupun media digital. Data didapatkan melalui observasi dunia digital dan kajian kepustakaan. Analisis data dilakukan dengan metode semiologi Roland Barthes yang melihat wacana dengan dua perspektif; denotasi dan konotasi. Pada tahap denotasi, SAF membagi periodesasi sejarah masuknya Islam ke Nusantara ke dalam tujuh gelombang. Setiap gelombang dinarasikan dengan ciri khas wacana yang khas. Pada tahap konotasi, tampak bahwa periodesasi SAF tentang sejarah masuknya Islam ke Nusantara itu dibingkai dengan narasi islamisme. Pada tahap inilah terungkap bahwa SAF sebenarnya sedang membuat mitos tentang sejarah Islam di Nusantara sebagai sejarah islamisme. SAF secara implisit sedang mengatakan bahwa para wali penyebar Islam di Nusantara adalah orang-orang yang memiliki misi dakwah layaknya kaum islamis di Indonesia hari ini. Tidak hanya itu, SAF juga menandaskan bahwa gerakan Islam transnasional seperti HTI dan Ikhwanul Muslimin yang merupakan induk gerakan PKS merupakan pelanjut dakwah para wali penyebar Islam di Nusantara. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa SAF telah melakukan pengislamisan sejarah Islam di Indonesia. SAF juga telah mengaburkan antara fakta sejarah dan ideologi tertentu, yakni islamisme.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: islamisme, SAF, sejarah islam nusantara, semiologi
Subjects: 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.9 Sejarah Islam
Divisions: Jurnal > 35. Sosiologi Agama
Depositing User: Dra. Khusnul Khotimah, SS, M.IP -
Date Deposited: 23 Apr 2026 09:02
Last Modified: 23 Apr 2026 09:02
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76231

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum