Transformasi Pendidikan Pesantren Berbasis Gender Justice dan Non-Violence Studi Kasus di Pondok Pesantren Tunas Cendekia Cirebon Indonesia

Umamatul Khaeriyah, - and Ibi Satibi, - and Muhammad Irfai Muslim, - and Mahmudah, - (2026) Transformasi Pendidikan Pesantren Berbasis Gender Justice dan Non-Violence Studi Kasus di Pondok Pesantren Tunas Cendekia Cirebon Indonesia. Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. pp. 55-74. ISSN P-ISSN: 1639-2196 & E-ISSN: 2620-6463

[img]
Preview
Text (Transformasi Pendidikan Pesantren Berbasis Gender Justice dan Non-Violence Studi Kasus di Pondok Pesantren Tunas Cendekia Cirebon Indonesia)
Transformasi Pendidikan Pesantren Berbasis Gender Justice.pdf - Published Version

Download (470kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Surat Pernyataan)
surat-surat-pernyataan1776913497.pdf

Download (17kB) | Preview
Official URL: https://doi.org/10.29300/mjppm.v

Abstract

Artikel ini menganalisis transformasi pendidikan di Pondok Pesantren Tunas Cendekia Cirebon Indonesia dalam membangun model pendidikan berkeadilan gender dan berbasis nirkekerasan (non-violence). Penelitian dilatarbelakangi oleh masih kuatnya budaya patriarkal, praktik kekerasan simbolik, serta keterbatasan akses santri perempuan dalam kepemimpinan di banyak pesantren di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen kelembagaan. Data dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan-verisikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pesantren mengembangkan kurikulum integratif yang memadukan ilmu agama dan ilmu umum berbasis nilai ‘adl (keadilan), rahmah (kasih sayang), dan karāmah al-insān (martabat manusia). (2) Implementasi pendidikan karakter berbasis gender diterapkan melalui kegiatan musyawarah santri, pelatihan kepemimpinan setara, dan Unit Pembinaan Karakter Santri (UPKS) sebagai ruang aman dan konseling. (3) Transformasi kultural tampak dari perubahan struktur relasi antara santri lakilaki perempuan, ustaz–ustazah, dan pengasuh yang lebih egaliter, dialogis, dan partisipatif. (4) Secara teologis, pesantren menafsirkan ajaran Islam melalui pendekatan humanis prophetik, menempatkan pendidikan sebagai praktik keadilan sosial (taḥqīq al insāniyyah) dan internalisasi nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. Studi ini menyimpulkan bahwa Pondok Pesantren Tunas Cendekia menjadi model praksis pendidikan Islam progresif yang mengintegrasikan turāth (tradisi klasik), kesadaran gender, serta kepedulian sosial-kemanusiaan. Kontribusi penelitian ini memperkaya wacana pendidikan Islam transformatif dan menawarkan kerangka aplikatif untuk pengembangan pesantren inklusif di Indonesia dan dunia Muslim.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Pendidikan Pesantren, Gender Justice, Nirkekerasan, Pendidikan Islam Transformatif.
Subjects: Pendidikan Islam (Pesantren) > Pondok Pesantren
Divisions: Artikel (Terbitan Luar UIN)
Depositing User: Dra. Khusnul Khotimah, SS, M.IP -
Date Deposited: 23 Apr 2026 10:22
Last Modified: 23 Apr 2026 10:22
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76237

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum