Ahmad Ardi Mualim, NIM.: 19105010074 (2026) STUDI KOMPARASI KONSEP KEBAHAGIAAN PERSPEKTIF KI AGENG SURYOMENTARAM DAN EPICTETUS. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (STUDI KOMPARASI KONSEP KEBAHAGIAAN PERSPEKTIF KI AGENG SURYOMENTARAM DAN EPICTETUS)
19105010074_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version Download (8MB) | Preview |
|
|
Text (STUDI KOMPARASI KONSEP KEBAHAGIAAN PERSPEKTIF KI AGENG SURYOMENTARAM DAN EPICTETUS)
19105010074_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (18MB) | Request a copy |
Abstract
Kebahagiaan sebagai tujuan hidup manusia telah lama menjadi perhatian filsafat. Tidak sekedar sebagai perasaan senang, tetapi sebagai arah hidup yang utuh dan reflektif. Namun dalam perkembangannya, pemahaman tentang kebahagiaan sering kali menyempit menjadi pemenuhan keinginan dan pengakuan sosial. Terutama dalam konteks kehidupan di ruang digital melalui platform media sosial. Kondisi di ruang digital mendorong munculnya standar hidup yang ideal yang memperkuat praktik perbandingan diri, sehingga kebahagiaan menjadi rapuh karena bergantung pada factor eksternal. Oleh karena itu, diperlukan kerangka filosofis yang mampu menuntun manusia kembali pada pemahaman tentang kebahagiaan yang sejati. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), bersifat deskriptif-analitik, dan menggunakan studi komparatif serta pendekatan filosofis untuk mengkaji pemikiran Ki Ageng Suryomentaram dan Epictetus. Hasil penelitian memperlihatkan adanya dimensi persamaan sekaligus perbedaan dalam pemikiran konsep kebahagiaan dalam pandangan Ki Ageng Suryomentaram dan Epictetus. Dimensi persamaannya yaitu: Pertama, keduanya memandang bahwa kebahagiaan sebagai tujuan akhir kehidupan manusia. Kedua, pemahaman diri sebagai dasar pencapaian kebahagiaan. Ketiga, mengelola keinginan sebagai jalan menuju kebahagiaan. Lalu yang keempat, keselarasan hidup sebagai kondisi kebahagiaan. Sementara itu, dimensi perbedaan dalam penelitian ini terletak pada perbedaan pendekatan filosofis antara rasa dan rasio, lalu perbedaan struktur jalan menuju kebahagiaan, dan yang terakhir teletak pada perbedaan corak kebudayaan dalam memahami kebahagiaan. Ki Ageng Suryomentaram yang dipengaruhi oleh kebudayaan Jawa lebih menekankan aspek rasa melalui ajaran pengenalan jiwa (kawruh jiwa) dan pemahaman terhadap keinginan (nyawang karep). Sedangkan Epictetus yang merupakan filsuf stoa berpijak pada tradisi Yunani-Romawi menekankan pada rasio melalui konsep dikotomi kendali, mengelola kehendak, dan hidup yang selaras dengan alam dan akal. Penelitian ini diharapkan mampu memperluas wawasan tentang kebahagiaan lintas budaya sekaligus menginspirasi pembaca untuk menemukan kebahagiaan sejati.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Dr. H. Muhammad Taufik, S.Ag., M.A. |
| Uncontrolled Keywords: | Kebahagiaan, Ki Ageng Suryomentaram, Epictetus |
| Subjects: | 100 Filsafat dan Psikologi > 100 Filsafat |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Aqidah dan Filsafat Islam (S1) |
| Depositing User: | Muh Khabib, SIP. |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 14:26 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 14:26 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76287 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
