Nauva Auliyatul Faizah, NIM.: 24205031044 (2026) AGENSI PEREMPUAN DI RUANG PUBLIK DALAM KISAH MADYAN (STUDI BUYA HAMKA DALAM TAFSIR AL-AZHAR DAN QURAISH SHIHAB DALAM TAFSIR AL MISBAH). Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (AGENSI PEREMPUAN DI RUANG PUBLIK DALAM KISAH MADYAN (STUDI BUYA HAMKA DALAM TAFSIR AL-AZHAR DAN QURAISH SHIHAB DALAM TAFSIR AL MISBAH))
24205031044_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version Download (7MB) | Preview |
|
|
Text (AGENSI PEREMPUAN DI RUANG PUBLIK DALAM KISAH MADYAN (STUDI BUYA HAMKA DALAM TAFSIR AL-AZHAR DAN QURAISH SHIHAB DALAM TAFSIR AL MISBAH))
24205031044_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (14MB) | Request a copy |
Abstract
Keterlibatan perempuan di ruang publik sering kali masih dibenturkan dengan konstruksi sosial yang menganggapnya sebagai ancaman terhadap nilai kesalehan atau kehormatan (‘‘Izzah). Hal ini menciptakan dikotomi ruang yang membatasi agensi perempuan, padahal teks keagamaan seperti kisah Putri Madyan dalam Q.S. Al-Qaṣaṣ [28]: 23-26 memberikan ruang bagi peran aktif perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji agensi perempuan dalam kisah tersebut melalui perspektif dua tokoh tafsir Nusantara, yaitu Buya Hamka dan Quraish Shihab. Pemilihan kedua tokoh ini didasarkan pada signifikansi mereka sebagai ikon tafsir lokal yang inklusif dan memiliki pengaruh besar terhadap pemikiran keislaman di Indonesia dengan karakteristik sosiokultural yang khas. Penelitian ini menjawab tiga persoalan utama: 1) Penafsiran Hamka dan Quraish Shihab tentang kisah Putri Madyan; 2) Agensi kesalehan (pious agency) Putri Madyan dalam penafsiran tersebut; dan 3) Implikasinya bagi etika perempuan Muslim kontemporer di ruang publik. Metode yang digunakan adalah kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan teknik analisis deskriptif-komparatif. Sumber data primer penelitian ini adalah kitab Tafsir Al-Azhār dan Tafsir Al-Miṣbāḥ, sedangkan data sekunder mencakup karya-karya lain dari kedua tokoh tersebut serta literatur pendukung yang relevan dengan tema perempuan dan agensi. Adapun pisau analisis yang digunakan adalah teori Agensi Kesalehan dari Saba Mahmood untuk membedah bagaimana subjek perempuan menghayati norma agama (inhabiting norms) secara otonom dan sadar. Hasil penelitian menyimpulkan: Pertama, Hamka dan Quraish Shihab merepresentasikan Putri Madyan sebagai sosok berdaya, di mana Hamka menekankan aspek tanggung jawab sosial dan kebaktian kepada orang tua (birr al-wālidayn), sementara Shihab menonjolkan hak normatif perempuan untuk bekerja. Kedua, agensi kesalehan Putri Madyan mewujud dalam tindakan bekerja secara profesional, strategi menjaga kehormatan (alistyihyā’), serta kecerdasan dalam memberikan usulan strategis kepada pihak otoritas (ayahnya). Ketiga, model agensi ini memberikan legitimasi teologis bagi perempuan Muslim kontemporer untuk aktif di ruang publik dengan menjadikan nilai kesalehan sebagai landasan etis yang memperkuat martabat mereka.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Prof. Dr. Hj. Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum.,M.A. |
| Uncontrolled Keywords: | Agensi Kesalehan, Putri Madyan, Tafsir Nusantara, Perempuan-Ruang Publik |
| Subjects: | 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur'an dan Tafsir - Ilmu Tafsir (S2) |
| Depositing User: | Muh Khabib, SIP. |
| Date Deposited: | 04 May 2026 13:57 |
| Last Modified: | 04 May 2026 13:57 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76343 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
