RESEPSI KALIGRAFER UKM JQH AL-MIZAN YOGYAKARTA TERHADAP HADIS LARANGAN MENDUPLIKASI MAKHLUK YANG BERNYAWA

Rizieq Fathurrahiem Nur Attamimy, NIM.: 22105050029 (2026) RESEPSI KALIGRAFER UKM JQH AL-MIZAN YOGYAKARTA TERHADAP HADIS LARANGAN MENDUPLIKASI MAKHLUK YANG BERNYAWA. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (RESEPSI KALIGRAFER UKM JQH AL-MIZAN YOGYAKARTA TERHADAP HADIS LARANGAN MENDUPLIKASI MAKHLUK YANG BERNYAWA)
22105050029_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (8MB) | Preview
[img] Text (RESEPSI KALIGRAFER UKM JQH AL-MIZAN YOGYAKARTA TERHADAP HADIS LARANGAN MENDUPLIKASI MAKHLUK YANG BERNYAWA)
22105050029_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (13MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengkaji hadis larangan menduplikasi makhluk yang bernyawa sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim serta resepsi para kaligrafer di UKM JQH Al-Mizan Yogyakarta dalam perspektif living hadis. Fokus penelitian ini adalah bagaimana teks hadis tersebut dipahami, dimaknai, dan diimplementasikan oleh para praktisi seni kaligrafi di tengah perkembangan seni rupa kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan living hadis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara terstruktur dan tidak terstruktur, serta dokumentasi terhadap para kaligrafer yang memiliki latar belakang keagamaan dan pengalaman seni yang beragam. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk melihat keterkaitan antara teks hadis dan praktik seni yang berkembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis larangan menduplikasi makhluk bernyawa dipahami secara beragam dan kontekstual oleh para kaligrafer. Sebagian narasumber menekankan pentingnya memahami asbab al-wurud hadis serta mempertimbangkan perbedaan konteks antara masa Nabi dan masa kini. Faktor niat, tujuan penciptaan karya, serta unsur kemusyrikan menjadi aspek utama dalam menentukan kebolehan atau larangan praktik seni. Para seniman cenderung bersikap hati-hati dalam menggambarkan makhluk hidup secara utuh dan realistis, serta lebih memilih mengekspresikan kreativitas melalui seni kaligrafi sebagai media syiar keagamaan, ekspresi estetika, dan pengembangan bakat. Dalam kajian living hadis, teks hadis tersebut tidak hanya dipahami secara tekstual, tetapi juga diresepsi secara estetis dan spiritual, sehingga tetap hidup dan relevan dalam praktik seni masyarakat Muslim kontemporer.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Dr. H. Agung Danarta, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Living Hadis, Resepsi Hadis, Seni Kaligrafi, Tasyabbuh, Makhluk Bernyawa
Subjects: 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.125 Hadis
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Hadis (S1)
Depositing User: Muh Khabib, SIP.
Date Deposited: 12 May 2026 08:39
Last Modified: 12 May 2026 08:39
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76452

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum