Muhammad Lukman Fuadi, NIM.: 19105040050 (2025) COLLECTIVE EFFERVESCENCE DALAM PRAKTIK NGANGKRING DI MASJID PATHOK NEGORO PLOSOKUNING YOGYAKARTA. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (COLLECTIVE EFFERVESCENCE DALAM PRAKTIK NGANGKRING DI MASJID PATHOK NEGORO PLOSOKUNING YOGYAKARTA)
19105040050_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text (COLLECTIVE EFFERVESCENCE DALAM PRAKTIK NGANGKRING DI MASJID PATHOK NEGORO PLOSOKUNING YOGYAKARTA)
19105040050_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Fenomena sosial keagamaan dapat dijumpai di berbagai situasi dan kondisi serta mencakup budaya dalam masyarakat setempat, menelaah pengamatan menggunakan sudut pandang sosiologis di masjid Pathok Negoro Plosokuning, mengenai dapur umum masjid yang berfungsi menjadi praktik ngangkring, selain fungsi utamanya untuk memasak. Jamaah masjid menyebutnya dengan angkringan Pathok Negoro, tidak hanya menjadi daya tarik perhatian karena keunikan tersendiri, praktik ngangkring dapat diamati dan dipelajari menjadi objek penelitian menggunakan teori dari Emile Durkheim. Praktik tersebut memuat nilai transendensi yang tercermin dalam pengelolaan angkringan secara sukarela, sedekah, dan kesadaran kolektif, pengaruh nilai keagamaan menjadi dasar berjalannya aktivitas di dapur umum masjid atau angkringan. Ngangkring di Pathok Negoro menandakan simbol budaya masyarakat yang berkembang, terlebih budaya berkumpul dan berinteraksi dengan sesama yang dapat menjadi perantara perekat sosial, serta duduk sambil menikmati hidangan bersama-sama, aktivitas tersebut secara efektif menyamarkan sekat status kelas sosial dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif yang mengharuskan peneliti terlibat langsung di lapangan untuk mengambil data, dengan melakukan observasi, studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Sebagai dasar memahami fenomena tersebut, teori collective effervescence dari Emile Durkheim menjadi sebuah pilihan yang membantu menjelaskan gairah kesadaran kolektif antar individu pada praktik ngangkring. Konsep teori tersebut mencakup agama beriringan dengan fungsi sosial, agama sebagai perekat sosial, dan simbol religius adalah masyarakat. Emile Durkheim menjelaskan bagaimana antar individu dalam perkumpulan kelompok saling mengalami rasa solidaritas yang kuat, khususnya ketika berkumpul dan menjalankan kegiatan ritual keagamaan. Hasil penelitian berdasarkan sudut pandang sosiologi agama di dapur umum masjid atau angkringan Pathok Negoro Plosokuning, mendapati bahwa proses keberlangsungan praktik ngangkring teruraikan dalam beberapa temuan. Pertama, angkringan yang dimaksud hanya sebatas penyebutan dapur umum masjid, selain untuk mengolah kebutuhan konsumsi acara di masjid, jamaah maupun masyarakat memanfaatkannya sebagai praktik ngangkring, sehingga terbentuk budaya sosial lokal. Pengelola serta pemenuhan bahan konsumsi saat ngangkring, berasal dari kesukarelaan kolektif, sedekah jamaah dan masyarakat. Kedua, melalui teori collective effervescence (gairah hidup kolektif), dapat dipahami bahwa agama di Pathok Negoro diekspresikan dengan kegembiraan kolektif yang berbentuk budaya lokal, yaitu praktik ngangkring yang menjadi ajang berkumpul sambil menikmati hidangan bersama, interaksi yang akrab, bersedekah, sukarela, dan silaturahim sehingga timbul rasa persaudaraan karena suasana beragama yang menyenangkan. Konsep perkembangan agama di Pathok Negoro adalah rasa kegembiraan kolektif dengan cara ngangkring, sehingga berkumpul tidak hanya sekedar berinteraksi, makan, dan minum belaka, namun kegiatan tersebut sebagai nilai kolektif yang menyatukan masyarakat serta membentuk kekuatan yang lebih besar dalam kehidupan sosial.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Abd. Aziz Faiz, M. Hum |
| Uncontrolled Keywords: | Masjid Pathok Negoro Plosokuning; budaya masyarakat; angkringan; budaya kolektif |
| Subjects: | 300 Ilmu Sosial > 300 Ilmu-Ilmu Sosial > 306.6 Sosiologi - Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Sosiologi Agama (S1) |
| Depositing User: | Muchti Nurhidaya [muchti.nurhidaya@uin-suka.ac.id] |
| Date Deposited: | 20 May 2026 14:17 |
| Last Modified: | 20 May 2026 14:17 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76519 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
