FLEXING ALA LANSIA: STUDI KASUS AKTIVITAS WISATA PENGUNJUNG LANSIA DI MUSEUM BENTENG VREDEBURG YOGYAKARTA

Anugerah Sufiana Ulfa, NIM.: 22107020057 (2026) FLEXING ALA LANSIA: STUDI KASUS AKTIVITAS WISATA PENGUNJUNG LANSIA DI MUSEUM BENTENG VREDEBURG YOGYAKARTA. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img] Text (FLEXING ALA LANSIA: STUDI KASUS AKTIVITAS WISATA PENGUNJUNG LANSIA DI MUSEUM BENTENG VREDEBURG YOGYAKARTA)
22107020057_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB)
[img] Text (FLEXING ALA LANSIA: STUDI KASUS AKTIVITAS WISATA PENGUNJUNG LANSIA DI MUSEUM BENTENG VREDEBURG YOGYAKARTA)
22107020057_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Museum menjadi salah satu destinasi wisata yang relevan bagi lansia karena mengintegrasikan aspek budaya, nostalgia, dan rekreasi santai. Di era digital, kunjungan museum juga dimanfaatkan oleh lansia untuk mendokumentasikan aktivitas wisata melalui foto dan video. Kajian flexing lansia dalam konteks museum masih terbatas, sehingga fenomena ini menarik dikaji khususnya untuk mengetahui motivasi lansia dalam melakukan kunjungan museum, mendeskripsikan pemaknaan kunjungan museum sebagai ruang flexing ala lansia, mengidentifikasi aktivitas yang merepresentasikan flexing lansia, serta menganalisis respon pengelola museum terhadap pengunjung lansia di Museum Benteng Vredeburg. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan tujuh pengunjung lansia dan dua pengelola museum. Teknik analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini diperkuat melalui teori dramaturgi Erving Goffman yang menekankan konsep front stage, back stage, personal front, serta manajemen kesan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Motivasi lansia melakukan kunjungan museum terdiri dari motivasi eksternal (dorongan sosial), motivasi internal (pengetahuan sejarah, nostalgia, dan rekreasi), serta motivasi media sosial (keinginan untuk dikenal orang lain). (2) Kunjungan museum dimaknai sebagai ruang ekspresi keaktifan, menampilkan diri, serta ruang rekreatif yang menghadirkan nostalgia bagi lansia. (3) Aktivitas yang merepresentasikan flexing lansia di Museum Benteng mencakup aktivitas aktif seperti dokumentasi kunjungan museum melalui foto dan video, pemilihan spot yang menarik, serta unggahan hasil dokumentasi melalui media sosial. (4) Pengelola museum memberikan respon yang inklusif dengan memperhatikan kebutuhan lansia dalam aktivitas wisata, sekaligus menjadi “iklan gratis” bagi lingkungan sosialnya. Temuan ini menunjukkan bahwa museum dan media sosial menjadi front stage bagi lansia untuk menampilkan diri melalui personal front berupa penampilan dan gaya. Sementara itu, back stage menunjukkan kondisi yang tidak selalu terlihat di ruang publik seperti tantangan fisik atau hambatan adaptasi digital. Proses adaptasi ini merupakan bentuk manajemen kesan lansia untuk membangun citra sebagai lansia yang aktif dan adaptif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Agus Saputro, S. Sos, M.Si.
Uncontrolled Keywords: Flexing, Wisata, Lansia, Museum
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 300 Ilmu-Ilmu Sosial > 305.26 Lansia - Aspek Sosial
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora > Sosiologi (S1)
Depositing User: Muh Khabib, SIP.
Date Deposited: 11 Jun 2026 10:38
Last Modified: 11 Jun 2026 10:38
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76650

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum