STUDI SOSIO-LEGAL TERHADAP PANTANGAN PERKAWINAN MOJOK PADA MASYARAKAT ADAT DESA GLUNDENGAN KECAMATAN WULUHUAN KABUPATEN JEMBER

Ibnu Alfan Khoiri Akhmadi, NIM.: 22103050088 (2026) STUDI SOSIO-LEGAL TERHADAP PANTANGAN PERKAWINAN MOJOK PADA MASYARAKAT ADAT DESA GLUNDENGAN KECAMATAN WULUHUAN KABUPATEN JEMBER. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img] Text (STUDI SOSIO-LEGAL TERHADAP PANTANGAN PERKAWINAN MOJOK PADA MASYARAKAT ADAT DESA GLUNDENGAN KECAMATAN WULUHUAN KABUPATEN JEMBER)
22103050088_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB)
[img] Text (STUDI SOSIO-LEGAL TERHADAP PANTANGAN PERKAWINAN MOJOK PADA MASYARAKAT ADAT DESA GLUNDENGAN KECAMATAN WULUHUAN KABUPATEN JEMBER)
22103050088_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan sosio-legal. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi mendalam dengan tokoh adat, pelaku perkawinan mojok, dan masyarakat. Data diperoleh melalui studi pustaka serta wawancara dengan tokoh adat dan masyarakat Desa Glundengan. Selain itu, penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif dengan metode induktif. Analisis sosial dilakukan dengan kerangka teori tindakan sosial Max Weber untuk memahami motif kepatuhan masyarakat, teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann untuk menelaah proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi tradisi pantangan kawin mojok, serta ‘urf sebagai analisis hukum Islam. Temuan penelitian menunjukkan masyarakat merespons pantangan ini dalam tiga pola: (1) kepatuhan penuh dengan membatalkan perkawinan, (2) kompromi dengan mekanisme adaptasi adat (seperti relokasi sementara atau pesta satu pihak), dan (3) pelanggaran tanpa adaptasi. Menggunakan analisis teori Weber ditemukan motif tindakan yang kompleks, mencakup rasional instrumental, rasional nilai, afektif, dan tradisional. Sementara itu, analisis konstruksi sosial mengurai proses pembentukan realitas pantangan ini melalui eksternalisasi (dari keyakinan menjadi norma), objektivasi (menjadi aturan koersif), dan internalisasi (penyerapan ke kesadaran individu). Analisis hukum Islam berdasarkan konsep ‘urf menunjukkan tradisi ini tergolong ‘urf ‘ām dan ‘urf ‘amalī yang ṣaḥīḥ, karena tidak menghalangi nikah secara mutlak, memiliki mekanisme adaptasi, serta menjaga kemaslahatan sosial. Dengan demikian, pantangan perkawinan mojok merupakan konstruksi sosial yang hidup dan adaptif, ditopang oleh interaksi dinamis antara pertimbangan rasional dan kekuatan irasional dalam masyarakat. Penelitian ini menegaskan pentingnya memahami fenomena hukum dalam konteks sosial-budaya, di mana norma adat dan agama saling berinteraksi membentuk praktik yang kompleks. Kata Kunci: Pantangan Perkawinan Mojok, Konstruksi Sosial, Tindakan Sosial,’Urf, Studi Sosio-Legal

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Dr. Ahmad Bunyan Wahib, M.Ag.. M.A
Uncontrolled Keywords: Pantangan Perkawinan Mojok, Konstruksi Sosial, Tindakan Sosial,’Urf, Studi Sosio-Legal
Subjects: 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.577 Hukum Keluarga Islam, Bimbingan Pernikahan, Poligami, Perceraian, Iddah, Pengasuhan Anak)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam (S1)
Depositing User: S.Sos Sofwan Sofwan
Date Deposited: 10 Jun 2026 14:24
Last Modified: 10 Jun 2026 14:24
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76724

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum