KONTRUKSI PEMIKIRAN FAQIHUDDIN ABDUL KODIR TERHADAP FORMULASI WARIS 2:1 PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

Musyfiqil Ramdhani, NIM.: 22103050100 (2026) KONTRUKSI PEMIKIRAN FAQIHUDDIN ABDUL KODIR TERHADAP FORMULASI WARIS 2:1 PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img] Text (KONTRUKSI PEMIKIRAN FAQIHUDDIN ABDUL KODIR TERHADAP FORMULASI WARIS 2:1 PERSPEKTIF HUKUM ISLAM)
22103050100_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB)
[img] Text (KONTRUKSI PEMIKIRAN FAQIHUDDIN ABDUL KODIR TERHADAP FORMULASI WARIS 2:1 PERSPEKTIF HUKUM ISLAM)
22103050100_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini membahas kesetaraan gender dalam formulasi pembagian waris 2:1 studi pemikiran Faqihuddin Abdul Kodir. Ketentuan 2:1 dalam fiqih mawaris tersebut selama ini dihukumi sebagai nash qat’i dan dipahami sebagai aturan baku, meskipun konteks sosial masyarakat terus mengalami perubahan dan dinilai tidak lagi relevan dan kurang setara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif dan kontruksi pemikiran Faqihuddin Abdul Kodir dalam memaknai formulasi pembagian waris 2:1 bersifat kontekstual/tidak baku dan menjelaskan relevansi pemikirannya dengan teori Equilibrium dan Teori Bilateral. Penelitian ini berjenis studi pustaka (library research) dengan sifat deskriptif-analitis dan pendekatan secara Historis-Normatif. Data dikumpulkan dengan menelaah karya-karya Faqihuddin Abdul Kodir, ditunjang dengan literatur pendukung yang relevan dengan penelitian. Penelitian ini dikumpulkan dengan teknik secara dokumen dan analisis data menggunakan metode kualitatif dengan cara induktif. Analisis pada penelitian ini menggunakan teori Equilibrium Edward Osborne Wilson dan teori Kewarisan Bilateral Hazairin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faqihuddin memandang pembagian 2:1 sebagai ketentuan yang bersifat kontekstual. Melalui tafsir Mubādalah, ia menegaskan bahwa prinsip dasar syariat adalah (Al-Adl) keadilan, (musawah) kesetaraan dan (Mubadalah) kesalingan, sehingga pembagian waris semestinya mempertimbangkan tanggung jawab aktual setiap ahli waris, bukan semata jenis kelamin. Dalam konteks masyarakat modern ketika perempuan turut menanggung beban ekonomi pembagian waris dapat bersifat fleksibel. Penelitian ini relevan dengan teori equilibrium dengan prinsip dasarnya (sosiobiologi) dengan mempertimbangkan kemitraan, harmonisasi, dan keseimbangan. dan bilateral dengan prinsip (hukum Islam dan adat) dengan mempertimbangkan kesetaraan dua garis keturunan, mawalli, hirarki awl dan dan kallalah. Secara tidak langsung bertujuan menjaga kemaslahatan (maqasid al-syariah) yang mana laki-laki dan perempuan sebagai subjek hukum yang setara sesuai dengan kondisi dan peran sosial-nya. Penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran Faqihuddin menawarkan ruang ijtihad yang relevan untuk membaca ulang hukum waris Islam secara lebih adaptif terhadap perubahan sosial, serta memberikan dasar argumentatif bagi penguatan perspektif kesetaraan gender dalam pembaruan hukum Islam di Indonesia. Kata kunci: waris dua banding satu, kesetaraan gender, Tafsir Mubādalah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Dr. Mansur, S.Ag., M.Ag.
Uncontrolled Keywords: waris dua banding satu, kesetaraan gender, Tafsir Mubādalah.
Subjects: 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.577 Hukum Keluarga Islam, Bimbingan Pernikahan, Poligami, Perceraian, Iddah, Pengasuhan Anak)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam (S1)
Depositing User: S.Sos Sofwan Sofwan
Date Deposited: 11 Jun 2026 11:51
Last Modified: 11 Jun 2026 11:51
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76768

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum