AMBIVALENSI PRINSIP MORAL PERSPEKTIF SEMIOTIKA PADA SERIAL DRAMA JUVENILE JUSTICE

Nur Chamidah, NIM.: 23200012043 (2026) AMBIVALENSI PRINSIP MORAL PERSPEKTIF SEMIOTIKA PADA SERIAL DRAMA JUVENILE JUSTICE. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img] Text (AMBIVALENSI PRINSIP MORAL PERSPEKTIF SEMIOTIKA PADA SERIAL DRAMA JUVENILE JUSTICE)
23200012043_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (2MB)
[img] Text (AMBIVALENSI PRINSIP MORAL PERSPEKTIF SEMIOTIKA PADA SERIAL DRAMA JUVENILE JUSTICE)
23200012043_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Ambivalensi prinsip moral muncul ketika individu menghadapi konflik antara dua nilai yang sama-sama penting namun saling bertentangan. Dalam konteks sistem peradilan anak, fenomena peningkatan kenakalan remaja di Korea Selatan dan Indonesia memaksa para hakim menghadapi dilema antara melindungi hak pelaku dengan memenuhi keadilan bagi korban, menciptakan ketegangan psikologis yang kompleks. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis representasi ambivalensi prinsip moral dalam serial drama Juvenile Justice menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika Roland Barthes terhadap episode 6-10, didukung data angket dari 10 responden remaja usia 14-17 tahun untuk validasi empiris. Penelitian berargumen bahwa ambivalensi prinsip moral bukan pilihan biner melainkan grey area yang memerlukan pengelolaan psikologis, dan serial merepresentasikan hal ini melalui dilema moral para hakim. Hasil menunjukkan lima bentuk ambivalensi berdasarkan Moral Foundations Theory: Fairness vs Loyalty, Authority vs Care, Loyalty vs Fairness, Authority vs Fairness, dan Care vs Fairness. Melalui analisis semiotika dengan tiga level pemaknaan yaitu denotasi, konotasi, mitos dan tiga kode naratif yaitu hermeneutik, proairetik, simbolik. Penelitian menemukan bahwa respons maladaptif berupa manipulasi dan rasionalisasi menciptakan disonansi kognitif dan fragmentasi psikologis, sementara respons adaptif berupa transparansi bias dan komitmen prosedural memungkinkan individu mengelola ketegangan tanpa kehancuran identitas. Ambivalensi prinsip moral harus dikelola dengan kesadaran reflektif, bukan dihindari melalui penyangkalan diri yang justru memperburuk konflik internal. Kata Kunci: ambivalensi, prinsip moral, semiotika

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Dr. Roma Ulinnuha, S.S.,M.Hum
Uncontrolled Keywords: ambivalensi, prinsip moral, semiotika, serial, drama
Subjects: Psikologi > Psikologi Pendidikan Islam
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Interdisciplinary Islamic Studies > Psikologi Pendidikan Islam
Depositing User: S.Sos Sofwan Sofwan
Date Deposited: 11 Jun 2026 13:50
Last Modified: 11 Jun 2026 13:50
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76774

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum