Badrun, - (2026) EVOLUSI POLITIK NU: KARAKTER, PERAN, DAN KONTRIBUSI. Documentation. SULUR PUSTAKA, YOGYAKARTA.
|
Text (Evolusi Politik NU Karakter, Peran, dan Kontribusi)
Evolusi Politik NU rev.pdf - Accepted Version Download (996kB) |
|
|
Text (Surat Pernyataan)
surat-surat-pernyataan1782181004.pdf Download (16kB) |
Abstract
BUKU Evolusi Politik Nahdlatul Ulama mengulas perjalanan panjang Nahdlatul Ulama (NU) sejak berdirinya pada 31 Januari 1926 hingga perannya dalam dinamika sejarah Indonesia. Sejak awal, NU tidak hanya hadir sebagai jam’iyyah diniyyah, tetapi juga sebagai kekuatan sosial-keagamaan yang berakar pada tradisi pesantren serta aktif mengembangkan dakwah Islam di Nusantara. Evolusi politik NU memperlihatkan corak khas, yakni kemampuan memadukan nilai-nilai keagamaan dengan semangat kebangsaan dalam menjawab tantangan zaman. Salah satu pembahasan penting dalam buku ini adalah bagaimana NU mengartikulasikan nasionalisme religius, terutama melalui peran KH. Muhammad Hasyim bin Asy’ari dalam menggelorakan Resolusi Jihad yang turut mengobarkan perlawanan rakyat pada Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Nasionalisme religius yang berkembang di lingkungan Nahdlatul Ulama bertumpu pada pandangan bahwa cinta tanah air adalah bagian dari iman (hubbul wathan minal iman). Dari prinsip inilah lahir keterlibatan aktif para ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, terutama pada masa revolusi fisik setelah Proklamasi 1945. Selain mengulas nasionalisme religius, buku ini juga menyoroti peran penting NU dalam menjaga ideologi negara di tengah dinavi mika politik nasional. Salah satu fase penting yang dibahas adalah keterlibatan NU dalam menghadapi pengaruh komunisme pasca peristiwa G-30-S/PKI tahun 1965 sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas politik dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melalui uraian dalam buku ini, pembaca dapat melihat bagaimana NU mengambil sikap yang adaptif dan pragmatis dalam mengawal berbagai transisi politik nasional. Evolusi pemikiran politik NU mencapai titik penting ketika organisasi ini menjadi salah satu kekuatan Islam yang menerima Pancasila sebagai asas tunggal dalam Munas Alim Ulama 1983 di Situbondo. Melalui argumentasi teologis yang matang, NU menegaskan bahwa Pancasila dan Islam bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan selaras dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sikap ini menjadi langkah penting dalam memperkuat konsensus nasional sekaligus menunjukkan kemampuan NU dalam menjembatani nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Dengan pendekatan historis dan sosiologis, buku ini mengajak pembaca menelaah secara kritis perjalanan politik dan kebangsaan NU dari masa ke masa. Kajian mengenai karakter, peran, dan kontribusi nasional NU diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga bagi generasi mendatang dalam membangun kehidupan bangsa yang demokratis, berkeadaban, dan berlandaskan nilai-nilai moral keagamaan.
| Item Type: | Monograph (Documentation) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Nahdlatul Ulama, Nasionalisme Religius, Politik Islam Indonesia |
| Subjects: | 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.65 Organisasi Islam |
| Divisions: | Artikel (Terbitan Luar UIN) |
| Depositing User: | Muh Khabib, SIP. |
| Date Deposited: | 23 Jun 2026 09:30 |
| Last Modified: | 23 Jun 2026 09:40 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77066 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
