ANALISIS PEMAHAMAN MUI TERHADAP HADIS DALAM FATWA DSN-MUI TENTANG LARANGAN SHORT SELLING SAHAM

Ibnu Fatkhurrohman, NIM.: 22105050061 (2026) ANALISIS PEMAHAMAN MUI TERHADAP HADIS DALAM FATWA DSN-MUI TENTANG LARANGAN SHORT SELLING SAHAM. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (ANALISIS PEMAHAMAN MUI TERHADAP HADIS DALAM FATWA DSN-MUI TENTANG LARANGAN SHORT SELLING SAHAM)
22105050061_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (9MB) | Preview
[img] Text (ANALISIS PEMAHAMAN MUI TERHADAP HADIS DALAM FATWA DSN-MUI TENTANG LARANGAN SHORT SELLING SAHAM)
22105050061_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (12MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini membahas kontroversi seputar short selling di era Industri 5.0, di mana investasi saham telah bergeser dari sistem konvensional ke digital. Masalah utama dari perspektif ekonomi Islam adalah permasalahan menjual sesuatu yang belum dimiliki. Tantangan utama adalah mengkontekstualisasikan isi hadis dengan realitas kontemporer untuk menghindari interpretasi yang kaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman MUI tentang hadis dalam Fatwa DSN-MUI tentang short selling. Menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif, diambil dari Fatwa DSN-MUI No. 80/DSN-MUI/III/2011 dan berbagai literatur relevan, penelitian ini menggunakan pendekatan tekstual, kontekstual, dan intertekstual. Temuan menunjukkan bahwa hadis memiliki peran penting dalam istinbāt hukum fatwa DSN-MUI, berfungsi sebagai dasar hukum, memperkuat hukum, dan menjelaskan hukum. Namun, interpretasi tekstual dari hadis “ لََ تَبِعْ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ ” (Jangan menjual apa yang tidak anda miliki), DSN-MUI mengkategorikan short selling sebagai bai' al-ma'dūm (menjual sesuatu yang tidak ada), secara konseptual hal tersebut tidak akurat, karena sahamnya ada dan dapat diidentifikasi. Dasar yang lebih kuat untuk larangan terletak pada aspek dampak negatif (mudharat) yang dapat ditimbulkan dari transaksi short selling, seperti ketidakstabilan pasar dan kerugian investor, daripada aspek tidak adanya objek. Sebagai kesimpulan, hukum fatwa DSN-MUI tentang short selling adalah tepat dan dapat dipertahankan. Akan tetapi, kategorisasi hukum dan pemilihan dalil utama yang digunakan perlu disempurnakan, sehingga lebih sesuai secara konseptual, lebih kuat secara argumentasi, dan lebih mampu menangkap ruang subtantif dari pelarangan short selling.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Asrul, M.Hum.
Uncontrolled Keywords: DSN-MUI, Fatwa, Short selling, Tekstual, Kontekstual, Intertekstual
Subjects: 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.488 Fatwa Ulama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Hadis (S1)
Depositing User: Muh Khabib
Date Deposited: 25 Jun 2026 11:06
Last Modified: 25 Jun 2026 11:06
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77078

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum