DIALEKTIKA RELASI TUHAN MANUSIA DAN ALAM DALAM TAFSIR INDONESIA KONTEMPORER (STUDI ATAS KARYA TAFSIR EKOLOGI ABDUL MUSTAQIM)

Sahrul A. Poipesi, NIM.: 24205031078 (2026) DIALEKTIKA RELASI TUHAN MANUSIA DAN ALAM DALAM TAFSIR INDONESIA KONTEMPORER (STUDI ATAS KARYA TAFSIR EKOLOGI ABDUL MUSTAQIM). Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (DIALEKTIKA RELASI TUHAN MANUSIA DAN ALAM DALAM TAFSIR INDONESIA KONTEMPORER (STUDI ATAS KARYA TAFSIR EKOLOGI ABDUL MUSTAQIM))
24205031078_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (15MB) | Preview
[img] Text (DIALEKTIKA RELASI TUHAN MANUSIA DAN ALAM DALAM TAFSIR INDONESIA KONTEMPORER (STUDI ATAS KARYA TAFSIR EKOLOGI ABDUL MUSTAQIM))
24205031078_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (19MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengkaji dialektika relasi Tuhan, Manusia, dan alam dalam Tafsir Indonesia Kontemporer dengan berfokus pada Tafsir Ekologi Abdul Mustaqim, yang secara khusus mengkaji relasi Tuhan manusia dan alam dan prinsip etis-teologis dalam pengelolaan alam. penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis lingkungan yang mencuat dan perlunya formula dan solusi untuk memperbaiki tatanan kehidupan sehingga diperlukan usaha reinterpretasi ajaran agama dalam perspekif ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penafsiran Abdul Mustaqim tentang relasi Tuhan, manusia dan alam, mendeskripsikan prinsip etis-teologis dalam pengelolaan alam dalam tafsir ekologi dan menganalisis implikasi dari kajian tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Adapun teori yang digunakan adalah teori Sosiologi Pengetahuan Karl Mannheim untuk menelusuri genealogi pemikiran Abdul Mustaqim dalam menafsirkan relasi Tuhan manusia dan alam dalam al-Qur’an dan teori Deep Ecology Arne Naess untuk menganalisis prinsip-prinsip etis dalam pengelolaan alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Abdul Mustaqim membangun paradigma eko-teosentrisme yang menempatkan Allah Swt sebagai pusat kosmos dan sumber nilai, manusia sebagai khalifah yang memiliki tanggung jawab moral spiritual, serta alam sebagai Amanah dan ayat-ayat kauniyah yang harus dijaga keberlangsungannya. Kemudian relasi Tuhan, manusia, dan alam dibangun melalui tiga dimensi utama, yaitu relasi eksistensial, relasi fungsional, dan relasi etik-perenial. Penelitian ini juga menemukan empat prinsip etis-teologis dalam pengelolaan alam, yaitu prinsip al-'Adalah (keadilan), al-Tawazun (keseimbangan), al-Intifa' duna al-Israf (pemanfaatan tanpa perusakan), dan al-Ri'ayah duna al-Israf (pemeliharaan tanpa eksploitasi). Dari perspektif Deep Ecology, prinsip-prinsip tersebut menunjukkan adanya pengakuan terhadap nilai intrinsik alam serta pentingnya hubungan yang harmonis antara manusia dan lingkungan. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa kerusakan lingkungan tidak semata-mata merupakan persoalan teknis dan kebijakan, melainkan juga mencerminkan krisis relasional dan spiritual manusia terhadap Tuhan dan alam. Paradigma ekoteosentris yang ditawarkan Abdul Mustaqim dapat menjadi landasan etis-teologis bagi pengembangan kesadaran ekologis Islam di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan perspektif ekologis dalam kajian tafsir, pendidikan Islam, dan kebijakan lingkungan agar tercipta model pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, serta selaras dengan nilai-nilai spiritual dan ekologis al-Qur'an.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Supervisor: Dr. Phil. Mu’amar Zain Qadafy, M.Hum.
Uncontrolled Keywords: Relasi Tuhan Manusia dan Alam, Abdul Mustaqim, Tafsir Ekologi
Subjects: 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur'an dan Tafsir (S2)
Depositing User: Muh Khabib
Date Deposited: 26 Jun 2026 10:39
Last Modified: 26 Jun 2026 10:39
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77110

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum